Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Kapal Tanker Dibajak Perompak, 16 ABK Diculik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kapal tanker minyak berbendera Denmark, Reformer Monjasa, dibajak perompak sejak 25 Maret dan telah terdeteksi berada di perairan Teluk Guinea, Afrika, pada Jumat (31/3).
Angkatan Laut Prancis di lepas pantai Sao Tome dan Principe, sebanyak 16 awak Reformer Monjasa juga diculik oleh para perompak.
"Ketika kapal ditemukan, para perompak telah meninggalkan kapal dan menculik sebagian awak kapal," kata perusahaan pemilik kapal Monjasa melalui pernyataan.
"Awak kapal yang selamat semuanya dalam keadaan sehat dan berada di lingkungan yang aman dan menerima perhatian yang tepat setelah kejadian mengerikan ini," ucap Monjasa menambahkan.
Monjasa menuturkan pihaknya telah bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk menyelamatkan para anak buah kapal (ABK) yang masih tersandera pembajak.
"Perhatian kami tertuju pada anggota kru kapal yang masih hilang dan keluarga mereka selama periode yang penuh tekanan ini," kata Monjasa seperti dikutip AFP.
Monjasa Reformer merupakan kapal tanker sepanjang 135 meter. Kapal itu mengalami situasi darurat pada 25 Maret lalu sekitar 260 kilometer dari barat Pelabuhan Pointe-Noir, Republik Kongo.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3738 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1343 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 926 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 713 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun