Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Mahfud: Piala Dunia U-20 Batal Jalan Tengah Dilema Pemerintah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menko Polhukam Mahfud MD menyebut keputusan FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 adalah jalan tengah atas dilema yang dihadapi Pemerintah Indonesia.
Baca juga:
Timnas Indonesia U-20 Resmi Dibubarkan
"Itu sudah diambil jalan tengah, ditempuh jalan tengah. Diputuskan sudah, tahun ini FIFA tidak jadi di Indonesia," kata Mahfud di Masjid UGM, Sleman, DIY, Minggu (2/4) malam.
Mahfud menyatakan keputusan FIFA itu merupakan jalan tengah antara Indonesia yang mempertahankan warisan prinsip anti imperialis Presiden Sukarno menyikapi pendudukan Israel di Tanah Palestina, dan tuntutan keikutsertaan dalam pergaulan internasional demi kemajuan bidang olahraga.
"Sehingga ada dilema. Kita dituntut dalam rangka melaksanakan pergaulan dunia yang aman damai dan bersahabat ikut pesta sepakbola sedunia melalui FIFA, tetapi di sisi lain ada soal diplomasi," kata Mahfud.
"Sudah diusahakan, jalan tengah tanpa melanggar prinsip Bung Karno yang anti imperialis, tetapi juga agar ikut dalam pergaulan persepakbolaan internasional," imbuh dia.
Bagi pemerintah, lanjut Mahfud, itu merupakan sebuah dilema yang tak mudah untuk dihadapi dan dicari solusi terbaiknya. Sehingga dia meminta masyarakat, atlet, hingga dunia politik untuk bisa memakluminya.
"Harap dimaklumi. Pemerintah, terutama Pak Jokowi menghadapi dilema yang kemudian penyelesaiannya seperti sekarang ini," kata Mahfud.
Lebih jauh Mahfud turut menaruh harapan agar Indonesia tak dijatuhi sanksi yang terlampau berat dari FIFA pascakeputusan pembatalan RI sebagai tuan rumah gelaran Piala Dunia U-20.
"Mudah-mudahan nanti sanksinya dari FIFA tidak berat bagi perkembangan sepak bola kita, dan itu insya Allah. Itu insya Allah nanti sanksinya tidak akan menyebabkan Indonesia tidak boleh ikut kegiatan FIFA, insya Allah tidak sampai itu. Tetapi mungkin ada sanksi-sanksi lain yang kita tunggu saja," harap Mahfud.
"Keputusan sudah jatuh, keputusan sudah ditetapkan, mari kira jalan sekarang sesuai keputusan yang diambil oleh FIFA. Dan kita tetap akan membuka pintu bermain di FIFA," pesan Mahfud.
FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. FIFA tak menjelaskan secara spesifik alasan mencabut status tuan rumah Indonesia. Mereka hanya menyebut pencabutan status tuan rumah berdasarkan 'situasi terkini' di Indonesia. Situasi tersebut diduga terkait dengan penolakan terhadap kehadiran timnas Israel U-20.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun