Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Zelensky Terdesak, Rusia Klaim Kota Kunci Ukraina Telah Jatuh
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia dikabarkan secara legal telah menguasai kota Bakhmut di wilayah Ukraina Timur. Hal ini terjadi setelah pasukan Moskow mengibarkan bendera Rusia di atas gedung administrasi kota kunci tersebut.
Dalam keterangan video yang disampaikan Kepala kelompok paramiliter pro-Moskow Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, Senin (3/4/2023), ia menyebut pasukan Ukraina makin terdesak dengan mundur ke wilayah Barat kota.
"Dari segi hukum, Bakhmut sudah diambil. Musuh terkonsentrasi di bagian barat," kata Prigozhin dalam pesan audio yang diposting di akun Telegram layanan persnya yang dikutip Al Jazeera.
Namun, tidak ada indikasi dari pejabat Ukraina bahwa Bakhmut telah jatuh ke tangan Rusia. Para pemimpin militer Ukraina mengatakan bahwa pasukan Rusia telah mencoba untuk menguasai kota, tetapi pasukan mereka telah 'memukul mundur lebih dari 20 serangan musuh'.
Analis militer terkemuka Ukraina Oleh Zhdanov mengatakan pertempuran telah terjadi di pusat Bakhmut. Pasukan Ukraina telah memukul mundur 25 serangan musuh, tetapi pasukan Rusia telah merebut pabrik logam Azom, yang telah dipertahankan oleh pasukan Ukraina selama berhari-hari.
"Musuh menyerang pusat kota dari utara, timur, dan selatan dan mencoba untuk mengambil kota di bawah kendali penuh," Zhdanov, yang memiliki hubungan dekat dengan militer Ukraina, mengatakan dalam sebuah video yang ditayangkan di YouTube.
Bakhmut masuk dalam apa yang diklaim Rusia sebagai Republik Rakyat Donetsk (DPR). Moskow telah memasukannya dalam kedaulatan Rusia dalam sebuah referendum beberapa bulan lalu.
Kota ini pun menjadi ladang pertempuran paling sengit antara Rusia dan Ukraina, dengan korban jiwa yang besar dilaporkan oleh kedua pihak.
Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri bertekad untuk membebaskan DPR serta tetangganya, Republik Rakyat Luhansk (LPR), dari kekuasaan Ukraina.
Menurutnya, banyak kelompok ultranasionalis telah melakukan persekusi kepada etnis Rusia, yang mayoritas mendiami wilayah itu, sehingga pengambilalihan keduanya merupakan langkah yang perlu dilakukan.
Namun menurut negara-negara Barat, langkah ini merupakan sesuatu yang ilegal. Barat dan sekutunya juga aktif dalam memberikan bantuan persenjataan bagi Kyiv untuk menahan pengambilalihan yang dilakukan pasukan Rusia.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2636 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan