Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Makin Panas, Tentara Belarus Latihan Sistem Rudal Nuklir Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tentara Belarus mulai berlatih menggunakan sistem rudal Rusia yang mampu membawa nuklir, meningkatkan ketegangan di tengah invasi Ukraina. Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan para tentara Belarus sedang menjalani latihan mengoperasikan sistem rudal Iskander-M.
"Sistem rudal operasional-taktis Iskander-M sudah dikirim untuk pasukan Belarus. Pada 3 April, kru Belarus memulai latihan untuk menggunakannya," ucap Shoigu pada Selasa (4/4), seperti dilansir AFP.
Selain itu, Kementerian Pertahanan Belarus juga merilis serangkaian foto pasukan berseragam mereka sedang menaiki pesawat militer menuju Rusia.
"Kru unit ini akan belajar detail terkait perawatan dan penggunaan senjata nulir taktis dari sistem rudal Iskander-M," demikian pernyataan Kemhan Belarus.
Pernyataan itu berlanjut, "Mereka akan mengikuti latihan penuh di salah satu lokasi pelatihan angkatan bersenjata Rusia."
Pelatihan ini digelar setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan bakal mengirimkan senjata nuklir taktis ke Belarus yang merupakan negara tetangga Ukraina.
Putin mengerahkan senjata nuklir itu untuk merespons laporan yang menyebut Inggris akan mengirimkan amunisi anti-tank mengandung uranium kadar rendah.
Inggris sudah membantah laporan itu, tapi Putin tetap menganggap laporan itu bahaya sehingga Rusia harus mengerahkan senjata nuklir ke Belarus.
Ia menyatakan pengerahan semacam ini bukan hal asing, terutama jika melihat pergerakan Amerika Serikat di masa lampau.
"AS sudah melakukan ini selama berpuluh tahun. Mereka sudah lama mengerahkan senjata nuklir taktis mereka di wilayah sekutu mereka," ucap Putin.
Putin lantas membeberkan bahwa Rusia siap mempersenjatai 10 pesawat Belarus dengan senjata nuklir yang bakal dikerahkan. Mereka akan mulai melatih kru pesawat pada 3 April mendatang.
Lebih jauh, Putin mengungkap pembangunan fasilitas khusus untuk menampung senjata nuklir taktis di Belarus diproyeksikan rampung pada 1 Juli.
Tak lama setelah Putin mengumumkan rencana ini, sejumlah pihak Barat langsung buka suara. NATO bahkan menyebut retorika Putin itu berbahaya.
"Retorika nuklir Rusia berbahaya dan tak bertanggung jawab. NATO waspada dan kami memantau ketat situasi," ujar juru bicara NATO, Oana Lungescu, seperti dikutip AFP.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3356 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 918 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 840 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 677 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun