Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
AS Kucurkan Lagi Bantuan Untuk Ukraina Lawan Rusia Senilai US$2,6 M
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat mengungkapkan rincian bantuan militer baru senilai US$2,6 miliar atau Rp38,82 triliun (asumsi kurs Rp14.933 per dolar AS) untuk Ukraina dalam perangnya melawan pasukan Rusia, termasuk amunisi untuk sistem roket presisi HIMARS, peluru artileri, dan senjata kecil.
"Amerika Serikat akan terus memberikan kemampuan kepada Ukraina untuk memenuhi kebutuhan medan perang segera dan persyaratan bantuan keamanan jangka panjang," kata Pentagon (Departemen Pertahanan AS) dalam sebuah pernyataan, mengutip AFP, Selasa (4/4).
Paket tersebut juga mencakup amunisi untuk sistem pertahanan udara Patriot dan NASAMS. Serta, amunisi dan rudal anti-tank yang digunakan oleh kendaraan tempur infanteri Bradley yang sebelumnya telah dijanjikan oleh Washington kepada Kyiv, di antara barang lain.
Sebagian besar bantuan, US$2,1 miliar, diberikan dalam bentuk dana Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina, yang digunakan untuk pengadaan peralatan dari industri pertahanan.
Sisanya sebesar US$500 juta diambil dari stok AS yang ada, sehingga akan tiba di medan perang lebih cepat.
AS telah memimpin negara-negara barat untu mendukung Ukraina usai invasi yang dilakukan Rusia pada Februari 2022.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3356 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 918 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 840 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 677 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun