Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Finlandia Resmi Gabung NATO, Putin Segera Bertemu Presiden Belarus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin bakal bertemu dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Moskow pada Rabu (5/4) ini waktu setempat. Kepastian itu bertepatan usai Finlandia resmi bergabung menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Kremlin melaporkan kedua pemimpin itu bakal melakukan pembicaraan tentang "isu-isu bilateral dan topik-topik internasional" pada 5 April, sebelum pertemuan Dewan Tertinggi Negara Persekutuan digelar 6 April, seperti dilansir dari Reuters.
Dalam kesempatan terpisah, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Putin dan Lukashenko bakal membahas seruan Belarus mengenai gencatan senjata di Ukraina dalam pertemuan tersebut.
Rusia dan Belarus merupakan sekutu dekat yang tergabung dalam Negara Persatuan, sebuah persatuan tanpa batas sekaligus aliansi kedua negara bekas Uni Soviet itu.
Rusia selama ini menjadi pendukung utama politik dan keuangan Belarus, meski rencana integrasi ekonomi mereka berulang kali terhenti.
Saking dekatnya, kedua negara sampai bahu-membahu dalam melancarkan invasi di Ukraina. Minsk selama ini diketahui mengizinkan Moskow menggunakan wilayahnya sebagai landasan peluncuran invasi tahun lalu.
Pada Februari, Putin juga sempat mengumumkan bahwa Rusia berencana mengerahkan senjata nuklir taktis ke Belarus menyusul laporan yang menyebut Inggris akan mengirim amunisi anti-tank mengandung uranium kadar rendah ke Ukraina.
Inggris sudah membantah laporan itu, tapi Putin tetap menganggap laporan itu bahaya sehingga Rusia harus mengerahkan senjata nuklir ke negara tetangga Ukraina tersebut.
Pengerahan ini sendiri bakal segera dilakukan dalam waktu dekat. Duta Besar Rusia untuk Belarus Boris Gryzlov mengatakan senjata nuklir taktis Rusia akan segera dipindahkan ke dekat perbatasan. Namun Gryzlov tak mengungkap lokasi pastinya.
"Itu (senjata nuklir taktis) akan memperluas kemampuan pertahanan kami, dan akan tetap dilakukan terlepas dari semua kebisingan dari Eropa dan Amerika Serikat," kata Gryzlov, dikutip dari The Guardian.
Belarus sejak awal memang menyatakan bakal menerima senjata nuklir Rusia karena senjata itu dibutuhkan untuk melawan ancaman NATO.
Pada Selasa (4/4), Menteri Pertahanan Sergei Shoigu pun mengatakan bahwa Rusia meningkatkan kemampuan nuklir Belarus sebagai respons bergabungnya Finlandia dengan NATO.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 634 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 517 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan