Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
KSAU Ungkap Kronologi Kecelakaan Prajurit Saat Terjun Payung
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo mengungkap kronologi singkat kecelakaan yang dialami Sertu Agung Dwano saat terjun boogie pada gladi kotor 2, upacara peringatan HUT ke-77 TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (5/4).
Fadjar mengatakan sempat terjadi tabrakan di udara antara Agung dan satu penerjun lainnya.
Agung dinyatakan meninggal dunia usai sempat dirawat. Sementara satu penerjun lainnya tengah dirawat intensif.
"Itu tadi semua free fall atau boogie jump, mungkin tidak bisa dielakkan jadi tabrakan di udara. Sehingga terjadi korban," kata Fadjar di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (6/4).
Fadjar menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut. Menurutnya, Agung adalah salah satu prajurit terbaik TNI AU.
Ia mengatakan saat ini telah dibentuk tim investigasi untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.
"Jenazah sudah dimakamkan di kampung halaman di Soreang dengan upacara kemiliteran," katanya.
Sebelumnya, Sertu Agung mengalami kecelakaan saat menjalani sesi latihan terjun boogie bersama prajurit Kopasgat, Rabu.
Setelah mengalami kecelakaan, Agung sempat dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan, Jakarta, dan mendapatkan pertolongan medis. Namun yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan