Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mesra Usai Rujuk, Menlu Saudi dan Iran Bertemu di Cina Saat Ramadan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dan Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian bertemu di Cina, Kamis (6/4), setelah kedua negara rujuk bulan lalu.
Keduanya membicarakan soal pemulihan hubungan diplomatik menyusul perjanjian normalisasi yang dimediasi Cina bulan lalu.
Kementerian Luar Negeri Iran melaporkan dalam pertemuan itu, kedua menlu menandatangani perjanjian untuk membuka kembali kedutaan dan konsulat di negara masing-masing.
Keduanya juga sepakat memeriksa langkah-langkah guna memperluas kerja sama, termasuk memulai kembali penerbangan, perjalanan bersama dari delegasi resmi dan sektor swasta, serta fasilitas visa.
"Kedua belah pihak menekankan kesiapan mereka untuk menghilangkan semua hambatan yang dihadapi perluasan kerja sama antara kedua negara," bunyi pernyataan Kemlu Iran, seperti dikutip CNN.
Dengan perjanjian ini, Iran dan Saudi bakal punya kedutaan masing-masing di Riyadh dan Teheran, serta konsulat di Jeddah dan Masyhad.
Sebuah video yang dirilis media Saudi pada Kamis menunjukkan kedua menlu itu bergandengan tangan saat berpose untuk foto. Di tengah mereka berdiri Menlu Cina Qin Gang.
Pertemuan Pangeran Faisal bin Farhan dan Amir-Abdollahian ini sendiri merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama dalam lebih dari tujuh tahun.
Temu muka ini terjadi setelah kedua belah pihak sepakat untuk membangun kembali hubungan diplomatik setelah pembicaraan di Beijing pada Maret lalu.
Pembukaan kembali hubungan kedua negara itu dipandang sebagai kemenangan diplomatik bagi Cina di kawasan Teluk, yang selama ini dianggap bagian dari domain AS.
Dalam pernyataan Kemlu Cina pada Maret lalu, diplomat top, Wang Yi, menyebut kesepakatan kedua negara Teluk itu sebagai "kemenangan untuk dialog dan kemenangan untuk perdamaian."
Dia juga membanggakan peran konstruktif Cina dalam "memfasilitasi penyelesaian yang tepat dari isu-isu panas di seluruh dunia."
Riyadh dan Teheran sendiri putus hubungan pada 2016 setelah pengunjuk rasa Iran menyerbu Kedutaan Besar Saudi di Teheran buntut eksekusi seorang ulama Syiah di Saudi.
Sejak itu, kedua negara terlibat perang proksi yang turut melibatkan sejumlah negara tetangga. Kedua negara juga mendukung kubu yang berlawanan dalam perang di Yaman.
Setelah tujuh tahun putus hubungan, mereka akhirnya rujuk pada Maret lalu dan siap menjamin keamanan kawasan.
Pernyataan yang dirilis Kamis sore menyebutkan bahwa kedua Saudi dan Iran berjanji untuk "memperluas kerja sama mereka di bidang apa pun yang dapat menjamin keamanan dan stabilitas kawasan dan mewujudkan kepentingan negara."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2261 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan