Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Hujan Turun Tidak Menentu di Bali, Begini Penjelasan BMKG
BERITABALI.COM, BADUNG.
Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana menyebut kondisi cuaca yang tidak menentu di Bali disebabkan karena wilayah Bali berada dalam musim peralihan dari musim penghujan ke kemarau.
"Kondisi ini terjadi karena saat ini wilayah Bali diperkirakan sedang berada dalam musim peralihan dari musim penghujan ke kemarau. Kondisi ini masih tergolong normal di musim peralihan," jelasnya, Sabtu (8/4/2023) di Kuta, Badung.
Dirinya menyebutkan, untuk saat ini secara umum wilayah Bali masih berpotensi hujan di sebagian besar wilayahnya terutama di Bali bagian utara, tengah, dan timur.
Sedangkan untuk keadaan gelombang laut saat ini masih tergolong normal. Namun perlu diwaspadai ketinggian gelombang laut mencapai 2 meter di Perairan selatan Bali.
Ia mengingatkan masih ada potensi potensi cuaca buruk sehingga masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir.
"Agar selalu memperhatikan Informasi BMKG khususnya peringatan dini cuaca atau iklim ekstrem," ucapnya.
Masyarakat umum, Nelayan dan Pelaku Kegiatan Wisata Bahari agar mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan selatan Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2923 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1285 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 911 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 830 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 660 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun