Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Cina Lanjut Latihan Perang Kepung Taiwan Gegara Presiden Tsai ke AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina kembali melanjutkan latihan perang mengepung Taiwan pada hari ini, Minggu (9/4).
Ini merupakan hari kedua latihan militer yang diklaim Beijing sebagai "peringatan keras" terhadap pemerintah Taiwan buntut pertemuan Presiden Tsai Ing-wen dengan ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat, Kevin McCarthy, di Los Angeles, Rabu (5/4) lalu.
"Operasi ini berfungsi sebagai peringatan keras terhadap kolusi antara pasukan separatis yang mencari 'kemerdekaan Taiwan' dan pasukan eksternal serta terhadap kegiatan provokatif mereka," kata juru bicara Tentara Pembebasan Cina (PLA), Shi Yin, seperti dikutip AFP, Minggu (9/4).
"Operasi itu diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial Cina," lanjut dia.
Selepas pertemuan Tsai dan McCarthy, Cina memang mengumumkan latihan militer bertajuk "Joint Sword" selama tiga hari mulai Sabtu (8/4) hingga Senin (10/4) mendatang.
Latihan itu dilakukan usai Beijing bersumpah bakal mengambil "tanggapan tegas" terhadap pertemuan Tsai-McCarthy.
Tsai sendiri bertemu dengan McCarthy saat singgah di AS usai kunjungan resminya ke Amerika Tengah, yakni Guatemala dan Belize. Beijing pun menilai pertemuan semacam itu membahayakan stabilitas regional mereka.
Soal latihan militer ini, Taipei mengecam keras langkah Cina tersebut. Tsai bersumpah bakal bekerja sama dengan AS dan negara-negara pendukung lainnya untuk menghadapi "ekspansionisme otoriter yang berkelanjutan" tersebut.
Sementara itu, Washington juga turut meminta Cina menahan diri dan menyatakan bahwa pihaknya bakal "memantau tindakan Beijing dengan cermat."
Latihan militer tiga hari ini sendiri bakal melibatkan pesawat, kapal, dan personel yang dikirim ke wilayah maritim dan udara Selat Taiwan "di lepas pantai utara dan selatan pulau itu, dan ke timur pulau tersebut", demikian pernyataan militer Cina.
Laporan dari media pemerintah China CCTV menyatakan bahwa, "Gugus tugas secara bersamaan akan mengatur patroli dan kemajuan di sekitar pulau Taiwan, membentuk postur pengepungan, dan pencegahan menyeluruh."
Laporan itu juga merinci jenis persenjataan yang dipakai Cina, antara lain artileri roket jarak jauh, kapal perusak angkatan laut, kapal rudal, pesawat tempur angkatan udara, bomber, jammers, dan refuellers.
Pada Senin, latihan ini dilaporkan bakal mencakup tembakan langsung di lepas pantai Provinsi Fujian, Cina, yang menghadap Taiwan.
Kementerian Pertahanan Taiwan pada Sabtu melaporkan sebanyak sembilan kapal perang Cina terdeteksi di sekitar pulau itu bersama dengan puluhan pesawat.
Kemhan Taiwan pun menuding China sengaja menciptakan ketegangan di Selat Taiwan yang bakal berdampak negatif pada "keamanan dan pembangunan ekonomi masyarakat internasional."
Langkah agresif Cina ini sendiri dilakukan karena selama ini Negeri Tirai Bambu memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun, Taiwan menentang dan menyatakan mereka adalah negara merdeka dan berdaulat. Beijing pun bersumpah bakal merebut pulau itu suatu hari secara paksa jika diperlukan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7960 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5641 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3543 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2389 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan