Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
AS Buka Suara Soal Dugaan Dokumen Konflik Ukraina Bocor
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pentagon mengungkapkan dugaan kebocoran banyak dokumen AS, termasuk mengenai konflik Ukraina belakangan ini. Perwakilan Pentagon menyatakan kebocoran itu berpotensi menimbulkan risiko sangat serius.
Beberapa dokumen yang bocor berkaitan dengan konflik Ukraina dan Rusia saat ini, seperti informasi pertahanan udara negara hingga upaya internasional membangun kekuatan militernya.
"Dokumen-dokumen yang beredar online menimbulkan risiko yang sangat serius bagi keamanan nasional," kata asisten menteri pertahanan untuk urusan publik Chris Meagher, seperti diberitakan AFP, Senin (10/4).
"Kami masih menyelidiki bagaimana ini terjadi, serta ruang lingkup masalahnya."
Lusinan foto dokumen AS tersebar di dunia maya, lewat Twitter, Telegram, Discord dan banyak situs lain dalam beberapa hari terakhir. Dokumen itu diduga sudah beredar online dalam beberapa pekan terakhir hingga disorot media pekan lalu.
Kini, banyak dari mereka sudah tak ada lagi di situs pertama kali muncul. AS disebut terus menghapus unggahan terkait dokumen yang bocor.
Meagher menolak mengomentari dokumen yang beredar tersebut asli atau tidak. Ia mengatakan tim Pentagon sedang bekerja untuk membuat penilaian itu, namun menegaskan gambar yang beredar online tampaknya menunjukkan informasi sensitif.
"Foto tampaknya menunjukkan dokumen dalam format yang digunakan untuk memberikan pembaruan harian kepada para pemimpin senior kami tentang operasi terkait Ukraina dan Rusia, serta pembaruan intelijen lainnya," katanya.
"Namun, beberapa tampaknya telah diubah."
Meagher juga mengatakan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin tidak diberi pengarahan tentang masalah ini sampai pagi hari tanggal 6 April - hari ketika berita New York Times tentang dokumen tersebut diterbitkan.
Dugaan kebocoran dokumen, kata Meagher, juga berpotensi membahayakan sumber-sumber intelijen AS sambil memberikan informasi berharga kepada musuh-musuh negara mereka.
"Pengungkapan materi rahasia yang sensitif dapat memiliki implikasi yang luar biasa tidak hanya untuk keamanan nasional, tetapi juga dapat menyebabkan orang kehilangan nyawa," kata Meagher.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan