Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mantan Anggota DPR India Ditembak Mati Saat Siaran Langsung TV
BERITABALI.COM, DUNIA.
Atiq Ahmad, mantan legislator India yang dihukum karena kasus penculikan dan menghadapi tuduhan pembunuhan dan penyerangan, ditembak mati bersama saudara laki-lakinya dalam serangan dramatis yang disiarkan langsung di TV di India utara.
Atiq Ahmad dan saudara laki-lakinya, Ashraf Ahmad, berada di bawah pengawalan polisi dalam perjalanan mereka untuk pemeriksaan medis di sebuah rumah sakit pada Sabtu (15/4) malam waktu setempat.
Saat itu, tiga pria datang dengan menyamar sebagai jurnalis, yang seakan menargetkan mewawancarai kedua bersaudara tersebut dari jarak dekat di kota Prayagraj di negara bagian Uttar Pradesh.
Namun, setelah berhasil mendekati Atiq dan saudaranya, ketiga pria itu menyerang dengan menembak dari jarak dekat. Peristiwa penembakan tersebut terjadi begitu cepat.
Petugas polisi Ramit Sharma mengatakan ketiga penyerang datang dengan sepeda motor dan menyamar sebagai jurnalis.
"Mereka berhasil mendekati Atiq dan saudaranya dengan dalih merekam suara lalu menembak mereka dari jarak dekat. Keduanya mengalami luka tembak di kepala," kata Ramit Sharma, seperti dilansir BBC.
"Itu semua terjadi dalam hitungan detik," tambahnya.
Setelah penembakan, para pelaku dengan cepat menyerahkan diri kepada polisi. Salah satu dari pelaku meneriakkan "Jai Shri Ram" atau "Salam Tuan Ram," slogan yang telah menjadi seruan perang bagi kaum nasionalis Hindu dalam kampanye mereka melawan Muslim.
Pada Kamis (13/4), putra remaja Atiq Ahmad dan seorang pria lainnya, baru-baru ini divonis bersalah atas kasus pembunuhan. Keduanya juga terbunuh dalam insiden baku tembak dengan polisi.
Saat ditembak mati, Atiq Ahmad berusia 60 tahun. Ia dijebloskan ke dalam penjara sejak 2019, karena kasus penculikan. Dia empat kali menjadi legislator lokal dan juga terpilih menjadi anggota parlemen India pada tahun 2004.
Pengacara Atiq Ahmad, Vijay Mishra, mengatakan, insiden penembakan itu mengejutkan karena menunjukkan semakin jelas kegagalan polisi dalam memastikan keamanan kliennya.
Partai-partai oposisi turut melontarkan mengkritik atas pembunuhan terhadap Atiq Ahmad dan saudaranya, sebagai penyimpangan keamanan dari kepolisian.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan