Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Fenomena Gerhana Matahari Hibrid pada Kamis Ini, BMKG Ingatkan Dampak Alamnya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gerhana Matahari akan terjadi pada 20 April 2023 termasuk jenis Gerhana Matahari Hibrid.
Prakirawan Balai Besar Meterologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III - Badung, I Gusti Ayu Putu Putri Astiduari menjelaskan kondisi Gerhana Matahari Hibrid terjadi ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari dan tempat tertentu lainnya.
Baca juga:
Begini Penampakan Gerhana Bulan Total di NTB
Pada wilayah Bali akan teramati Gerhana Matahari Sebagian. Secara umum, gerhana di Bali akan dimulai pada pukul 10.28 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 11.55 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 13.30 WITA.
"Durasi gerhana yang teramati di Bali rata-rata adalah 3 jam 0 menit. Fenomena ini normal terjadi," jelasnya, Selasa (18/4/2023) di Badung.
Dirinya mengatakan, gerhana Matahari dapat memberi dampak alam dimana perlu mewaspadai potensi peningkatan kenaikan tinggi pasang surut air laut terutama untuk wilayah pesisir Bali bagian selatan.
Dirinya menambahkan Gerhana Matahari terjadi ketika posisi matahari, bulan dan bumi terletak pada satu garis lurus, sehingga cahaya Matahari akan terhalang oleh Bulan dan mengakibatkan cahaya tersebut tidak semuanya sampai ke Bumi.
"Peristiwa ini merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan dan hanya terjadi pada saat fase bulan baru," katanya.
Dijelaskan, peristiwa ini digambarkan seperti piringan Bulan teramati dari Bumi sama dengan piringan Matahari. Akibatnya, saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya. Sedangkan di tempat tertentu lainnya, Matahari seakan-akan tertutupi Bulan.
Gerhana Matahari Hibrid di Indonesia akan nampak berupa Gerhana Matahari Total dan Gerhana Matahari Sebagian, sementara Gerhana Matahari Cincin tidak dapat diamati.
"Fenomena ini dapat teramati di wilayah Indonesia dengan waktu yang berbeda-beda di setiap lokasi," cetusnya.
Astiduari menghimbau, mengingat masih adanya potensi peningkatan kenaikan tinggi pasang surut air laut yang dapat mengakibatkan rob maka, masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati apabila melakukan kegiatan di wilayah pesisir.
"Dihimbau juga agar selalu memperhatikan Informasi BMKG khususnya peringatan dini cuaca atau iklim ekstrem. Masyarakat umum, Nelayan dan Pelaku Kegiatan Wisata Bahari perlu mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan selatan Bali," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2246 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan