Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Fenomena Gerhana Matahari Hibrid pada Kamis Ini, BMKG Ingatkan Dampak Alamnya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gerhana Matahari akan terjadi pada 20 April 2023 termasuk jenis Gerhana Matahari Hibrid.
Prakirawan Balai Besar Meterologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III - Badung, I Gusti Ayu Putu Putri Astiduari menjelaskan kondisi Gerhana Matahari Hibrid terjadi ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari dan tempat tertentu lainnya.
Baca juga:
Begini Penampakan Gerhana Bulan Total di NTB
Pada wilayah Bali akan teramati Gerhana Matahari Sebagian. Secara umum, gerhana di Bali akan dimulai pada pukul 10.28 WITA, puncak gerhana terjadi pada pukul 11.55 WITA, dan gerhana akan berakhir pada pukul 13.30 WITA.
"Durasi gerhana yang teramati di Bali rata-rata adalah 3 jam 0 menit. Fenomena ini normal terjadi," jelasnya, Selasa (18/4/2023) di Badung.
Dirinya mengatakan, gerhana Matahari dapat memberi dampak alam dimana perlu mewaspadai potensi peningkatan kenaikan tinggi pasang surut air laut terutama untuk wilayah pesisir Bali bagian selatan.
Dirinya menambahkan Gerhana Matahari terjadi ketika posisi matahari, bulan dan bumi terletak pada satu garis lurus, sehingga cahaya Matahari akan terhalang oleh Bulan dan mengakibatkan cahaya tersebut tidak semuanya sampai ke Bumi.
"Peristiwa ini merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan dan hanya terjadi pada saat fase bulan baru," katanya.
Dijelaskan, peristiwa ini digambarkan seperti piringan Bulan teramati dari Bumi sama dengan piringan Matahari. Akibatnya, saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya. Sedangkan di tempat tertentu lainnya, Matahari seakan-akan tertutupi Bulan.
Gerhana Matahari Hibrid di Indonesia akan nampak berupa Gerhana Matahari Total dan Gerhana Matahari Sebagian, sementara Gerhana Matahari Cincin tidak dapat diamati.
"Fenomena ini dapat teramati di wilayah Indonesia dengan waktu yang berbeda-beda di setiap lokasi," cetusnya.
Astiduari menghimbau, mengingat masih adanya potensi peningkatan kenaikan tinggi pasang surut air laut yang dapat mengakibatkan rob maka, masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati apabila melakukan kegiatan di wilayah pesisir.
"Dihimbau juga agar selalu memperhatikan Informasi BMKG khususnya peringatan dini cuaca atau iklim ekstrem. Masyarakat umum, Nelayan dan Pelaku Kegiatan Wisata Bahari perlu mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan selatan Bali," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2749 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun