Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Turis Rusia Digulung Ombak di Pantai Saba, Satu Korban Hilang Masih Dicari
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tiga warga Rusia yang mandi di Pantai Saba pada Rabu (19/4) pukul 17.45 WITA digulung ombak. Satu orang korban, Vladimir Kushnirenko (34), hilang. Hingga Kamis (20/4) siang, petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.
Kejadian berawal tatkala mereka mandi sampai ke tengah pantai. Tiba-tiba datang gelombang yang tinggi, mereka mencoba untuk berenang ke luar dengan sekuat tenaga. Korban sebetulnya sempat menolong temannya Nadezhda Bezmenova.
Kemudian saat korban berenang keluar untuk menyelamatkan dirinya. Sekitar 15 menit kemudian temannya memberi tahu pihak hotel di sekitar pantai bahwa temanya tenggelam dan hotel langsung menghubungi Polsek Blahbatuh.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar Gusti Ngurah Dibya Presasta membenarkan kejadian tersebut. Pada Rabu malam, petugas sempat menyisir lokasi kejadian.
“Melakukan penyisiran dengan lampu penerangan dan APD, hasil nihil,” ujarnya.
Kemudian pencarian dilanjutkan Kamis ini dengan titik kumpul di Pantai Cucukan. “Personel BPBD yang ditugaskan, Balawista 23 Orang, dan TRC Regu C, bergabung dengan Tim SAR Gabungan,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2973 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun