Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Wanita Cina Diultimatum Cerai Suami Jika Tak Miliki Anak di 2025
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perempuan asal provinsi Zhejiang, Cina timur bernama Xiaomei mengaku diancam suaminya untuk mempunyai anak dalam tenggat waktu dua tahun atau diceraikan.
Suami Xiaomei diduga mengancam akan menceraikan Xiaomei jika dia kunjung tidak hamil saat berusia 35 tahun pada 2025 kelak.
Xiaomei menyebut suaminya menetapkan tenggat waktu dua tahun atau saat berusia 35 tahun karena suaminya mengklaim memiliki bayi setelah usia tersebut akan membahayakan kesehatan.
Xiaomei menyebut dirinya telah menikah selama dua tahun. Dia pun mengaku terkejut ketika suaminya menyampaikan ultimatum soal memiliki anak.
"Hanya karena saya tidak ingin punya bayi, dia akan menceraikan saya," ujar Xiaomei kepada Star Video, dikutip SCMP.
"Bayi atau cerai. Dia bilang akan menceraikan saya jika saya tidak mau melahirkan," ungkap dia.
Xiaomei mengaku telah menunda memiliki anak usai melihat sahabatnya menderita pendarahan internal parah saat melahirkan dan juga diabaikan oleh keluarganya.
Selain itu, Xiaomei juga menyebut ibu dan ibu mertuanya menekan dirinya untuk memiliki anak.
Dalam tekanan yang diterima, Xiaomei pun mencari nasihat secara online. Kisahnya kemudian menjadi viral dan mengundang perdebatan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7828 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5632 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3528 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan