Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Arus Ombak Terjang hingga ke Bibir Pantai Kuta, Pengunjung Enggan Berlama-lama
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pedagang dan pelaku usaha jasa di sepanjang pesisir Pantai Kuta mengeluh sepi pembeli karena ombak yang deras hingga melewati bibir pantai.
Selain sulit menggelar barang dagangannya, pengunjung dirasa enggan berlama-lama bersantai di pesisir Pantai Kuta.
Salah satu pelaku usaha jasa penyewaan papan selancar di pesisir Pantai Kuta, Dhani mengatakan gelombang tinggi ombak mulai terjadi tiga hari lalu hingga sekarang.
"Ya, derasnya terjangan ombak ini membuat kami agak kesulitan menggelar maupun menjajakan jasa penyewaan papan air ini," ucapnya, Jumat (21/4/2023).
Hal yang sama dirasakan juga oleh pedagang minuman di pesisir Pantai Kuta, Aris. Ia menyebut, kondisi ombak memang berdampak ke penjualan yang ikut menurun beberapa hari ini.
Penurunan penjualan menurutnya disebabkan karena pengunjung hanya lewat dan enggan bersantai di pesisir pantai Kuta.
"Memang pengunjung sedikit mau belanja dalam kondisi ombak seperti ini," jelasnya.
Dari sepengetahuannya derasnya ombak mulai terjadi jam 9 pagi hingga jam 12 siang. Kedua pelaku usaha tersebut menyebut kondisi alam ini memang selalu terjadi setiap tahunnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun