Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Lumba-lumba Mati Terdampar di Pantai Tembles Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di Pesisir Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Kamis (27/4/2023).
Dugaan sementara, mamalia laut tersebut diserang oleh predator seperti Hiu atau hewan lainnya. Hal tersebut didasarkan pada pemeriksaan awal yang menunjukkan sejumlah luka pada tubuhnya. Tim dokter hewan masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti kematian lumba-lumba tersebut.
Andri Purna Jatmiko, petugas Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jembrana, menjelaskan bahwa setelah proses pemeriksaan oleh tim dokter hewan selesai, rencananya lumba-lumba tersebut akan dikubur di sekitar lokasi terdampar.
Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Permana Yudiarso, mengakui bahwa pihaknya telah menerima laporan dan analisis awal terdampar lumba-lumba yang ditemukan dalam kondisi mati.
Dari analisis tersebut, ditemukan luka pada beberapa bagian tubuh, dan dugaan sementara adalah diserang oleh predator yakni Hiu. Namun, untuk penyebab pasti kematian lumba-lumba tersebut masih menunggu pemeriksaan oleh tim dokter.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1855 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1754 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun