Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cina Dukung Junta Militer: Dunia Harus Hormati Kedaulatan Myanmar
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina menyatakan dukungannya terhadap junta militer Myanmar saat Menteri Luar Negeri Qin Gang berkunjung ke Naypyidaw pada Selasa (2/5).
Dalam kunjungan itu, Menlu Qin bertemu dengan pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dan sejumlah pejabat militer lainnya. Dalam pidatonya, Qin menegaskan dukungan Cina terhadap Myanmar yang memang merupakan sekutu dekat sejak lama.
Cina merupakan pemasok utama senjata bagi Myanmar bahkan hingga saat ini.
"Cina mengadvokasi masyarakat internasional untuk menghormati kedaulatan Myanmar dan memainkan peran konstruktif dalam membantunya mencapai perdamaian dan rekonsiliasi," kata Qin seperti dikutip AFP.
Qin akan berada di Myanmar hingga Kamis. Ia mengatakan Beijing akan terus mendukung "pembangunan Myanmar, mempercepat proyek kerja sama utama di Koridor Ekonomi Cina-Myanmar, dan melaksanakan proyek pertanian, pendidikan, dan perawatan kesehatan."
Qin juga bertemu dengan menteri luar negeri yang ditunjuk militer Myanmar dan menteri kerjasama internasional Myanmar.
Beberapa proyek infrastruktur yang didukung Beijing dijadwalkan bakal dimulai dari wilayah Myanmar utara dan menghubungkan provinsi Yunnan yang terkurung daratan di China dengan Samudra Hindia.
Rekaman media pemerintah Myanmar menunjukkan kedatangan Qin disambut oleh Min Aung Hlaing di aula pertemuan yang dihiasi tirai emas dan tembok merah.
Sementara itu, melalui pernyataan, junta militer Myanmar mengatakan Qin dan Aung Hlaing membahas "hubungan diplomatik, kerja sama yang bersahabat, situasi terkini di Myanmar, perdagangan perbatasan, investasi, dan kerja sama energi serta listrik."
Sejumlah analis bahkan meyakini bahwa Cina di saat bersamaan juga mendukung dan mempersenjatai beberapa kelompok pemberontak etnis di sepanjang perbatasannya dengan Myanmar di utara. Beberapa kelompok pemberontak itu bahkan sering bertempur dengan junta militer Myanmar.
Qin pun menyempatkan mengunjungi perbatasan Cina-Myanmar. Di sana ia menyerukan "persahabatan dan kerja sama" antara kedua negara.
Setelah kunjungannya ke Myanmar, Qin akan melakukan perjalanan ke India untuk pertemuan para menteri luar negeri dari Organisasi Kerjasama Shanghai, kata kementerian luar negeri Cina tanpa memberikan rincian tentang rencana perjalanannya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan