Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Arus Balik di Pelabuhan Padangbai Landai, Tak Seramai Arus Mudik
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pemudik yang sebelumnya telah pulang ke kampung halamannyan meninggalkan Bali selama libur Lebaran kini mulai kembali berdatangan.
Hanya saja, kondisi berbeda terlihat di Pelabuhan Padangbai, dimana meski libur Lebaran telah lama usai, namun jumlah antara pemudik dan penumpang arus balik terbilang masih landai.
Menurut Manager ASDP Pelabuhan Padangbai Hermin Welkis saat dikonfirmasi, Rabu (3/5/2023), jumlah penumpang antara yang berangkat mudik dan balik melalui Pelabuhan Padangbai belum seimbang.
Berdasarkan data yang diperoleh, dari jumlah keberangkatan penumpang sebanyak 41.678 saat arus mudik berlangsung, jumlah yang telah kembali dari H+1 Lebaran hingga pagi ini baru sebanyak 36.923 penumpang.
"Untuk aur balik, rata-rata per hari penumpang yang turun sekitar 3.275 an, masih di bawah angka saat mudik," ukata Hermin Welkis.
Selama berlangsungnya arus balik lebaran di Pelabuhan Padangbai, lonjakan penumpang relatif cukup landai tidak sampai menimbulkan lonjakan yang signifikan.
Namun demikian jumlah kedatangan yang paling tinggi terjadi pada H+7, dimana saat sebanyak 4.272 penumpang yang turun di Pelabuhan Padangbai.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2557 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2017 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1948 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun