Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Heboh Sejumlah Babi Mati Mendadak di Jembrana Diduga karena Kolera
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga Banjar Sawe, Jembrana dihebohkan dengan kematian secara mendadak ternak babi sebanyak 1 ekor.
Selama 2 bulan terakhir, sudah 5 ekor ternak babi milik warga yang mati dengan penyebab yang misterius. Pemilik ternak babi yang mati tersebut mengaku bahwa sebelumnya babinya tidak menunjukkan gejala sakit.
Setelah dilakukan investigasi oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), ternyata babi yang mati tersebut mengarah ke penyakit kolera. Meski virus kolera tidak menular ke manusia, virus tersebut bisa menyebar ke ternak babi milik warga lainnya.
Petugas dari Keswan dan Kesmavet meminta masyarakat untuk memvaksin ternak babinya agar terhindar dari penyakit kolera tersebut. Namun, mereka menekankan bahwa selama ini masyarakat tidak pernah ada yang memvaksin kolera. Pada saat yang sama, hasil lab pemeriksaan sapi yang mati di Banjar Sawe belum keluar dan masih dalam proses.
Pemilik ternak babi yang mati tersebut mengaku bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke Petugas Pendamping Lapangan Desa Batuagung (PPL). Ia juga meminta petunjuk ke PPL apakah boleh dipotong, dan petugas juga memperbolehkan dipotong asal nanti dimasak lebih matang agar dagingnya matang.
Keswan dan Kesmavet menyarankan peternak babi di Jembrana agar memvaksin babinya agar terhindar dari penyakit kolera ini. Mereka juga ingin mengetahui apa yang terjadi dengan sapi yang mati tersebut karena dalam waktu sebulan sudah 11 ekor sapi mati di Banjar Sawe.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli