Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pasukan Rusia Terpecah, 'Mesin Pembunuh' Putin Ngamuk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bos kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, menuduh unit militer Rusia melarikan diri dari posisi dekat Bakhmut di Ukraina dan mengatakan pasukan Rusia tidak mampu mempertahankan negaranya.
Prigozhin, yang pengaruhnya meningkat pesat dalam serangan Moskow ke Ukraina, dalam beberapa hari terakhir merilis serangkaian video pedas yang menyerang kepemimpinan militer Rusia.
"Hari ini salah satu unit kementerian pertahanan melarikan diri dari salah satu sayap kami... mengekspos bagian depan," kata Prigozhin dalam sebuah video, dikutip AFP, Selasa (9/5/2023).
Dia mengancam akan menarik pejuangnya keluar dari Bakhmut pada 10 Mei jika dia tidak menerima amunisi yang sangat dibutuhkan.
Adapun, kelompok tentara bayaran telah mempelopori perjuangan Moskow untuk kota Ukraina timur.
Prigozhin mengatakan tentara melarikan diri karena "kebodohan" komandan tentara Rusia, yang katanya memberikan "perintah kriminal".
"Tentara tidak boleh mati karena kebodohan kepemimpinan mereka," kata Prigozhin.
Dia merilis video pada Hari Kemenangan Rusia, saat Moskow merayakan kemenangan Soviet atas Nazi dalam Perang Dunia 2.
Sementara itu, dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap tentara Rusia, Prigozhin mengatakan para jenderal tinggi Moskow berusaha "menipu" Presiden Vladimir Putin atas kampanye Kremlin di Ukraina.
Baca juga:
Putin Makin Menggila, Serangan 'Paling Ngeri' Hantam Ukraina">Putin Makin Menggila, Serangan 'Paling Ngeri' Hantam Ukraina
"Jika semua tugas dilakukan sedemikian rupa untuk menipu panglima tertinggi (Putin), maka dia akan mencabik-cabik Anda atau rakyat Rusia yang akan marah karena perang kalah," kata Prigozhin.
Saat Ukraina bersiap untuk serangan musim semi, pria berusia 61 tahun yang blak-blakan itu mempertanyakan kemampuan Kremlin untuk mempertahankan negara.
"Mengapa negara tidak mampu mempertahankan negaranya?" Prigozhin mengatakan dalam video tersebut, menambahkan bahwa Ukraina "berhasil" menyerang wilayah perbatasan Rusia.
Dia mengatakan Ukraina sedang mempersiapkan serangan "yang akan dilakukan di lapangan, bukan di TV".
"Sejauh ini, di negara kita semua orang berpikir bahwa semuanya harus dilakukan di TV."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan