Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Usai Kerap Berulah, Muncul Fenomena Warga Rusia Sewa Lahan Puluhan Tahun di Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Selain fenomena turis asing berulah di Bali, muncul isu terbaru dimana sebagian besar warga asing dari Rusia dan Ukraina ada yang berbisnis sewa lahan hingga puluhan tahun di Bali.
Disamping itu, turis Rusia banyak yang justru menjadi 'gembel' karena mencari pekerjaan di Bali. Ternyata, kondisi wisatawan Ukraina lebih mengenaskan.
"Ukraina sama Rusia kadang kita suka susah bedain. Lebih megang duit orang Rusia dibanding Ukraina. Mereka banyak lari ke rental. Rusia lebih berani sewa 25-30 tahun, Ukraina banyak sewa bulanan temporer," kata Ketua Asosiasi Real Estate Indonesia (Arebi) Bali Michael Hikma Gunawan, Jumat (12/5/23).
Ia memperkirakan bahwa banyak orang Ukraina yang datang ke Bali hanya untuk menghindar dari perang sehingga lebih untuk bertahan hidup, sedangkan Rusia selain menghindari wajib militer, mereka juga memikirkan bisnis, karena dari segi finansial tidak terlalu terdampak. Sedangkan ekonomi Ukraina hancur lebur.
"Ada juga orang Rusia ambil tanah sewa, karena orang asing nggak boleh beli tanah di Bali, jadi mereka ambil tanah sewa terutama ambil di daerah Pecatu, sewa 25-30 tahun, ada juga yang bikin perusahaan PMA, ada juga bikin projek apartemen. Ada juga buka bisnis sewa motor disini, itu kita komplain, orang mereka agak sedikit susah diatur," kata Michael.
Baca juga:
Banyak Bule Berulah di Bali, Imigrasi Minta Proses Buku Panduan Wisata Dipercepat
Gelombang kedatangan turis Rusia datang pada akhir 2022 silam, banyak dari mereka yang berani membayar lebih untuk menyewa properti. Hal ini berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup broker di masa awal pandemi.
"Berani Bayar 2x lipat dari normal nggak ada, tapi dari harga normal misal naik 20-30% mereka berani ambil. Ketika kontrakannya terisi, pemilik mulai naikkan harga. Misal harga Rp 100 juta jadi Rp 125-130 juta," kata Michael. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun