Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Rem Blong, Pemotor Masuk Jurang di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang pengendara motor terjun bebas ke dalam jurang di jalur Banjar Dinas Kutabali, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem pada Senin pagi (22/5/2023).
Informasi yang dihimpun, sepeda motor yamaha mio warna hitam DK 5391 SL yang dikendarai oleh I Gusti Ngurah Kusuma tiba - tiba mengalami rem blong saat melintasi tikungan tajam disertai kondisi jalan yang menurun di jalur tersebut.
Sepeda motor seketika hilang kendali langsung terjun ke dalam jurang yang berada di sisi kanan jalan dari arah Selat menuju Amlapura. Beruntung, sepeda motor dan pengendara nyangkut pada pohon pisang yang ada di lereng jurang sehingga tidak sampai terjun ke dasar jurang.
Meski cukup berbahaya, namun beruntung pengendara sepeda motor selamat hanya mengalami luka lecet. Sementara beberapa pengendara yang melintas ikut membantu proses evakuasi sepeda motor dan barang bawaan yang berhamburan di lereng jurang.
"Tiba - tiba rem blong, untung tidak ada mobil dari arah berlawanan, saya dari Selat mau ke Karangasem, ini bawa pakaian istri, saya tinggal di Karangasem kemarin pulang ke Selat karena ada upacara," ujar Gusti Lanang Kusuma usai proses evakuasi motornya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2775 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1966 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun