Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Bendungan Nova Kakhovka Meledak, Satu Kota di Ukraina Tenggelam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wali kota yang ditunjuk Rusia di Kota Nova Kakhovka, Vladimir Leontyev, mengatakan kota di wilayah selatan Ukraina itu tenggelam usai bendungan meledak pada Selasa (6/6).
Leontyev mengatakan air dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kakhovka membludak tak terkendali usai meledak.
"Pada saat PLTA Kakhovka terus roboh, air keluar tidak terkendali," ujar Leontyev saat siaran TV Channel One, seperti dikutip TASS, Selasa (6/6).
Pada Selasa dini hari, bendungan Nova Kakhovka meledak dan menimbulkan banjir bandang.
Sejumlah video yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan air melonjak melalui sisa-sisa tanggul usai meledak. Ketinggian air itu langsung naik beberapa meter dalam hitungan jam. Luapan air itu pun melintasi zona perang kedua negara.
Menurut layanan darurat Kakhovka, sekitar 600 rumah terendam imbas bencana tersebut.
Baik Rusia dan Ukraina sejauh ini saling menuduh mengenai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky marah dan menuduh Rusia sebagai pihak yang melakukan perusakan.
"Penghancuran bendungan pembangkit listrik tenaga air Kakhovka hanya menegaskan bagi seluruh dunia bahwa mereka (Rusia) harus diusir dari setiap sudut tanah Ukraina," kata Zelensky di Telegram.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menuding Ukraina menyabotase bendungan untuk mengalihkan perhatian dari serangan balasannya yang kacau.
Bendungan Kakhovka merupakan tanggul dengan tinggi 30 meter dan panjang 3,2 kilometer. Bendungan ini menampung air yang sama dengan Great Salt Lake di negara bagian Utah Amerika Serikat.
Kakhovka dibangun pada 1965 di Sungai Dnipro sebagai bagian dari PLTA Kakhovka. Bendungan ini juga memasok air ke semenanjung Crimea, yang dicaplok Rusia pada 2014, dan ke pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang juga di bawah kendali Kremlin.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tak ada risiko langsung terhadap nuklir di pabrik akibat meledaknya bendungan. Meski begitu, IAEA menegaskan pihaknya sedang memantau situasi dengan cermat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7731 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan