Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Agen Banyak Libur, Gas LPG 3 Kg Langka di Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sejak beberapa hari terakhir, terjadi kelangkaan tabung gas melon ukuran 3 kg. Di sejumlah warung, tabung banyak kosong belum digantikan dengan yang baru.
Kelangkaan tabung melon ini bikin resah karena ibu-ibu kesehariannya terbiasa memasak menggunakan tabung gas melon. Bagi yang terpaksa, mereka membeli tabung biru ukuran 12 Kg.
Terkait kelangkaan gas melon, diakui oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gde Eka Suary. Ia juga mendapatkan informasi kelangkaan gas melon di warung-warung.
“Tadi kabid kami telah turun ke beberapa agen gas untuk memastikan penyebab kelangkaannya,” ujar Eka Suara, Rabu (7/6).
Ternyata, adapun penyebab kelangkaannya, bukan karena gas melonnya. Namun disebabkan oleh pegawai dari agen-agen ini. Dimana saat libur panjang pekan kemarin, mereka juga libur. Karena itu, gas melon tak terdistribusikan ke warung-warung.
“Dari hasil kami turun ke lokasi, ketersediaan gas LPG 3 Kg mencukupi, namun dikarenakan kondisi kemaren libur panjang dan kantor agen tutup sehingga menyebabkan pendistribusian gas LPG terhambat,” ujar Eka.
Demi stabilitas di pasaran, dinas sudah mengimbau agen untuk segera membenahi sistem pemasaran. Agar kebutuhan gas melon bagi masyarakat umum terlayani.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3124 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2115 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2062 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun