Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
5 Cara Cegah Anak Alami Obesitas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gaya hidup tidak aktif atau sedentary lifestyle memicu berbagai penyakit, termasuk menyebabkan anak obesitas, gimana cara cegahnya ya?
Konsultan Endokrinologi Anak Eka Hospital Cibubur, dr. Dana Nur Prihadi, Sp.A (K) mengatakan anak obesitas bisa mengalami asma, apnea tidur, diabetes tipe 2, darah tinggi atau hipertensi, kolesterol, dan penyakit jantung.
"Selain itu, obesitas juga memiliki risiko dalam terkena gangguan kesehatan mental, seperti bullying, rasa percaya diri yang rendah, hingga depresi," jelas dr. Dana melalui keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (3/6/2023).
Obesitas adalah penumpukan lemak berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi atau energy intake dengan energi yang digunakan yakni energy expenditure dalam waktu lama.
Berikut ini beberapa cara mencegah anak obesitas yang bisa dilakukan orangtua menurut dr. Dana:
1. Berikan Contoh Baik
Anak biasanya meniru apa yang orangtuanya lakukan, sehingga dengan memberikan mereka contoh gaya hidup yang baik, anak mungkin akan meniru apa yang Anda lakukan.
2. Jadwal Tidur Teratur
Jadwal tidur yang tidak teratur diketahui dapat mengganggu hormon dan meningkatkan rasa lapar. Pastikan anak mendapatkan tidur cukup untuk mengurangi rasa lapar yang berlebihan dan menyebabkan kelebihan berat badan.
3. Kenalkan Makanan Baru
Kebanyakan anak memiliki masalah dalam makanan karena mereka tidak terbiasa dengan makanan baru. Perkenalkan mereka pada makanan lain untuk membiasakan indra pengecap mereka terbiasa dengan makanan lain.
4. Perhatikan Asupan Kalori
Pastikan Anda untuk selalu memperhatikan asupan kalori yang mereka dapatkan dalam sehari untuk mengontrol berat badan mereka. Anda bisa mengkonsultasikan hal ini dengan dokter anak Anda untuk hasil yang maksimal.
Meski begitu dr. Dana mengingatkan ada beberapa tanda yang harus diwaspadai dan anak harus ke dokter, yaitu saat berat badan sudah mulai mengganggu aktivitas hariannya.
"Berat badannya sudah mulai mengganggu kesehatannya, segera periksakan diri mereka ke dokter anak. Semakin cepat bertindak, maka akan semakin mudah untuk buah hati memulai program penurunan berat badan," jelas dr. Dana.
Sementara itu, perlu diketahui juga ada beberapa sebab anak obesitas yaitu karena faktor genetik dari turunan orangtua, pola makan tidak teratur, kurang aktivitas fisik, dan pengaruh psikologis.
Selain berat badan meningkat, beberapa tanda anak alami obesitas yakni alami sesak napas, postur tubuh buruk, mendengkur saat tidur, sakit punggung, gampang lelah dan mudah berkeringat.
Di sisi lain data WHO menunjukan prevalensi obesitas anak telah mencapai 12,7% di antara anak usia 2 hingga 5 tahun. 20,7% di antara anak usia 6 hingga 11 tahun, dan 22,2% di antara anak usia 12 hingga 19 tahun.
Sumber : Suara.com
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6013 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2343 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan