Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Empat Anak Bertahan Hidup 40 Hari di Hutan Amazon Makan Tepung Singkong
beritabali.com/cnnindonesia.com/Empat Anak Bertahan Hidup 40 Hari di Hutan Amazon Makan Tepung Singkong
BERITABALI.COM, DUNIA.
Empat anak korban kecelakaan pesawat di Hutan Amazon Kolombia, berhasil selamat dan bertahan hidup hingga puluhan hari berkat mengonsumsi tepung singkong.
Juru bicara pasukan khusus militer Kolombia, Pedro Arnulfo, mengatakan keempat anak itu makan tiga kilogram farina atau tepung singkong kasar yang biasa digunakan oleh suku asli di wilayah Amazon.
"Beberapa hari setelah kecelakaan itu, mereka makan farina yang mereka bawah ke sana. Namun mereka kehabisan makanan dan memutuskan mencari tempat untuk bertahan hidup," kata Arnulfo, dikutip dari CNN.
Dia menambahkan, "Mereka kekurangan gizi, tetapi sepenuhnya sadar ketika kami menemukan mereka."
Menurut tim penyelamat, asal-usul asli keempat anak itu yang membuat mereka punya kekebalan tertentu terhadap penyakit di hutan dan punya pengetahuan tentang hutan itu sendiri.
Keempat anak itu juga tahu apa yang harus dimakan, apa yang tidak boleh dimakan, dan cara menemukan air untuk bisa bertahan hidup.
Setelah berhasil diselamatkan pada Minggu (11/6), keempat anak yakni Lesly Jacobombaire Mucutuy, Soleiny Jacobombaire Mucutuy, Tien Ranoque Mucutuy dan Cristin Ranoque Mucutuy, sedang dalam pemulihan di rumah sakit di ibu kota Kolombia, Bogota.
Berdasarkan laporan medis, mereka mengalami dehidrasi, namun sehat dan terhindar dari bahaya.
"Yang diperlukan sekarang adalah menstabilkan kesehatan mereka," ungkap Menteri Pertahanan Kolombia, Ivan Velasquez.
Ibu dari keempat anak tersebut, Magdalena Mucutuy Valencia, tewas dalam kecelakaan pesawat yang terjadi pada 1 Mei lalu. Pilot pesawat Hernando Mucia Morales dan pemimpit ada Yarupar Herman Mendoza Hernandez juga tewas dalam kecelakaan itu.
Hilangnya empat anak yang diperkirakan selamat dari kecelakaan, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh militer.
Setelah diperkirakan bertahan hingga sekitar 40 hari, keempat anak itu ditemukan selamat di area yang bebas dari pepohonan.
Presiden Kolombia Gustavo Petro merayakan kepulangan mereka dan mengatakan kelangsungan hidup mereka "akan dikenang dalam sejarah."
"Mereka adalah anak-anak hutan dan sekarang mereka adalah anak-anak Kolombia," kata Petro.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan