Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pasutri di Jembrana Bikin Program Belajar Gratis, Cukup dengan Tukar Sampah Plastik
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pasangan suami istri di Jembrana mengadakan program Belajar Gratis dengan Tukar Sampah Plastik sebagai inisiatif sosial mereka.
Sebagai bagian dari Komunitas Bersih-Bersih Bali (BBB) Jembrana, mereka sebelumnya aktif dalam kegiatan peduli lingkungan, seperti membersihkan sampah plastik di sungai, pantai, dan tempat umum di sekitar Kecamatan Jembrana. Kali ini, BBB Jembrana mengadakan kegiatan sosial dengan tema 'Belajar Gratis dengan Menukar Sampah Plastik' (botol plastik/kaleng minuman).
Setiap minggunya, kegiatan sosial dengan tema tersebut diadakan dua kali sebagai upaya membantu meningkatkan pengetahuan anak-anak di sekitar kita, terutama mereka yang tinggal di desa-desa dan banjar-banjar terdekat.
"Pada setiap kesempatan ini, kami juga ingin mengajak mereka untuk mengenal bank sampah," kata Agung Ari Ngurah Kurniawan, pemimpin Komunitas Bersih-Bersih Bali, pada Jumat (16/06/2023).
Sebagai pemuda yang berasal dari Banjar Tegalasih, Desa Batuagung, Agung menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, BBB Jembrana dapat secara aktif ikut mendidik anak-anak tentang pentingnya penanganan sampah.
"Sampah memiliki kategori, antara lain sampah organik dan non-organik. Kami memberikan edukasi kepada anak-anak tentang hal ini agar mereka dapat memahami dan ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan," tambahnya.
Sementara itu, Ni Putu Hadomi Widiasih, seorang pengajar dari Komunitas BBB Jembrana, menyampaikan bahwa peserta kegiatan sosial ini berasal dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang sangat antusias.
"Dalam kegiatan ini, anak-anak datang membawa sampah plastik (botol/kaleng), dan sebagai imbalannya mereka mendapatkan kesempatan belajar secara gratis. Saya sangat bersemangat dalam memberikan materi pelajaran, tidak hanya mengenai sampah, tetapi juga menyampaikan materi pengenalan dasar bahasa Inggris dan mata pelajaran lain yang diajarkan di sekolah. Namun, yang tak kalah pentingnya adalah mengedukasi mereka tentang pentingnya penanganan sampah sejak dini, agar di masa depan anak-anak ini memiliki tanggung jawab yang baik dalam menjaga alam dan lingkungan dari pencemaran sampah plastik," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2663 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1952 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun