Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Chef Qatar Megibung Cicipi Kuliner Khas Karangasem, Terkejut dengan Rasa Garam Amed
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dua Chef ternama Qatar, Hassan Abdullah Alibrahim dan Chef, Noof Almarri diajak "megibung" hingga menjajal olahan tradisional khas Karangasem seperti lawar, sate hingga sayur ares sambil menikmati indahnya pemandangan Taman Soekasada Ujung, Karangasem, pada Rabu (28/6/2023).
Acara megibung atau makan bersama dalam satu tempat ini merupakan rangkaian dari acara Cullinary Journey yang diselenggarakan di 3 kota besar se-Indonesia yaitu kota Jayapura, kota Medan dan Bali.
Cullinary Journey ini adalah salah satu acara program Qatar Museums(QM) dalam mengembangkan inisiatif tahunan “Years of Culture“ sebagai pertukaran budaya internasional yang memperdalam pemahaman antar negara dan masyarakatnya.
Qatar Museums bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia menetapkan tahun 2023 sebagai tahun kerja sama budaya Qatar dan Indonesia bertajuk Qatar-Indonesia 2023 Years of Culture.
Usai megibung, Ketua Pengelola Taman Soekasada Ujung, A.A Made Dewandra Jelantik yang menyambut dan menjamu langsung para chef asal Qatar tersebut mengatakan, pihaknya memperkenalkan tradisi megibung dan kuliner tradisional Karangasem berikut cara memasaknya kepada para chef ternama Qatar yang datang.
Beberapa masakan yang disajikan diantaranya seperti sate, beberapa jenis lawar hingga sayur ares. Menurut Dewandra, setelah mencicipi masakan tersebut, para Chef ini mengaku sangat senang karena bisa merasakan sesuatu masakan yang baru dan ini merupakan pertama kali bagi mereka setelah berkelana di 175 kota di dunia.
Hanya saja, dari semua masakan tradisional yang disuguhkan, Chef asal Qatar ini justru tertarik dengan garam yang juga disajikan sebagai pelengkap dalam sajian megibungan. Bagi mereka garam tersebut dikatakan sebagai surprise, kemungkinan karena kualitas garam yang berbeda dengan garam di negara mereka.
"Tadi ada dua Chef yang sangat dihormati di Qatar datang dan kita berkesempatan menjamu beliau, memberikan informasi tentang apa yang ada di karangasem serta tradisi yang dimiliki agar karangasem semakin dikenal. Kita ajak mereka megibung, kita perkenalkan cara masak dan kuliner yang ada di Karangasem seperti lawar, sate dan ares ini. Tanggapan mereka senang sekali karena merasakan sesuatu yang baru, namun dari sekian masakan, ternyata garam yang dicampur cabai menarik perhatian mereka, baginya itu surprise mungkin karena kualitas garamnya, saya tadi pakai garam amed," kata Dewandra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2757 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun