Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Putra Parwata yang Kakinya Diamputasi Meninggal, Istrinya Sedih dan Harus Rawat Dua Anak
beritabali/ist/Putra Parwata yang Kakinya Diamputasi Meninggal, Istrinya Sedih dan Harus Rawat Dua Anak.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
I Wayan Eka Putra Parwata yang lama mengidap sakit hingga kakinya diamputasi telah tiada pada Kamis (29/6). Putra Parwata meninggalkan istrinya Ni Kadek Riris Cahyani dan dua anaknya I Wayan Aska (10) dan I Made Dwika (6).
Riris Cahyani merupakan seorang guru TK itu mengaku sedih ditinggal sang suami. “Yang pasti sedih, ini anaknya dua, sebet saya,” ujarnya, Jumat (30/6).
Suaminya, dikatakan sering keluar masuk rumah sakit. Terakhir masuk, kemarin. Sebagai istri, kini dia harus merawat keluarga kecilnya.
“Saya sekarang kerja di sekolah. Barangkali ada kerjaan lain untuk menambah penghasilan,” jelas guru TK dengan gaji Rp 1,5 juta.
Dikatakan, dengan gaji Rp 1,5 juta, sangat tipis untuk menghidupi rumah tangga. “Untuk sehari-hari, sekolah anak,” jelasnya.
Kini, dia berharap agar dua anaknya bisa melanjutkan sekolah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Terutama sekolah dan sehari-hari supaya dibantu. Sekarang ini kami dibantu mertua,” jelasnya.
Dia berharap anaknya bisa rajin belajar dan bisa mengiklaskan kepergian ayahnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Eka Putra Parwata ini sempat mengidap sakit hingga kakinya harus diamputasi. Lama menderita sakit, sejak 6 bulan lalu harus kehilangan kaki karena dioperasi.
“Sakit sejak 2018. Masuk bulan 4 (pascaoperasi, red) ngedrop. Harusnya kali ini ukur kaki,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 844 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 772 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 740 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 392 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 374 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun