Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Nenek Remaja Yang Ditembak Minta Demonstran di Prancis Setop Aksi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Nenek dari Nahel--remaja yang tewas karena tembakan polisi di Paris, Prancis--meminta para demonstran di Prancis untuk menyetop aksi mereka setelah malam kelima unjuk rasa.
Menurutnya para demonstran perusuh menggunakan alasan kematian cucunya pada Selasa lalu sebagai alasan untuk membuat kerusuhan. Oleh karena itu, kata dia, pihak keluarga ingin ketenangan kembali berjalan.
"Saya katakan kepada mereka [perusuh] untuk berhenti," ujar Nenek dari Nahel, Nadia, kepada saluran televisi BFM TV, Minggu (2/7) seperti dilansir dari Reuters.
"Nahel sudah meninggal. Putri saya mengalami kehilangan... dia seperti tak punya kehidupan lagi [setelah kehilangan putranya]," ujar Nadia.
Sebelumnya, demonstrasi berujung kerusuhan terkait kematian Nahel meluas di wilayah Prancis pada akhir pekan lalu.
Lebih dari 1.300 orang ditangkap aparat kepolisian buntut demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah di Prancis.
Aksi protes massa meluas ke berbagai wilayah buntut penembakan anggota polisi terhadap remaja berusia 17 tahun.
Mengutip CNN, Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan sudah ada 1.311 orang yang ditangkap aparat sejak demonstrasi dilancarkan empat hari lalu. Namun, CNN memprediksi ada lebih dari 2.000 orang yang sudah ditangkap.
Pemerintah Prancis juga menyatakan setidaknya 96 anggota polisi terluka selama mengamankan aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah. Ada 58 serangan yang dilancarkan secara langsung kepada aparat. Setidaknya ada dua anggota polisi yang tertembak saat bertugas mengamankan aksi di Vaulx-en-Velin, pinggiran kota Lyon.
Berdasarkan catatan pemerintah Prancis, unjuk rasa mengakibatkan 2.560 titik kebakaran di jalan-jalan umum. Sebanyak 1.350 di antaranya adalah mobil yang terbakar dan 234 bangunan.
Dalam menangani aksi di berbagai lokasi, kepolisian Prancis mengerahkan 45 ribu personel. Dikirim ke berbagai wilayah yang tengah membara.
Unjuk rasa yang terjadi secara meluas di Prancis merupakan aksi protes atas penembakan remaja berusia 17 tahun bernama Nahel hingga tewas oleh anggota kepolisian. Peristiwa penembakan berujung kematian itu terjadi di pinggiran Kota Paris pada Selasa, 27 Juni lalu.
Berdasarkan video yang beredar, dua anggota polisi terlihat tengah berdiri di dekat mobil. Salah satu personel lalu menembakkan senjatanya ke arah sopir.
Personel yang melakukan itu kini diproses hukum. Akan tetapi, masyarakat tetap melancarkan aksi protes secara meluas di berbagai wilayah.
Imbas kerusuhan yang terjadi, Presiden Prancis Emmanuel Macron sampai memutuskan menunda lawatan luar negerinya. Dia sebelumnya dijadwalkan mengunjungi Jerman pada Minggu kemarin.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4687 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2328 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan