Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pembakar Al Quran di Swedia Bakal Beraksi Lagi Meski Dapat Ancaman
BERITABALI.COM, DUNIA.
Salwan Momika, pelaku pembakaran Al Quran di masjid terbesar di Stockholm, Swedia, bersumpah bakal mengulangi aksi kontroversialnya itu lagi dalam 10 hari ke depan.
Momika menjadi sorotan dan target kecaman setelah membakar beberapa halaman Al Quran di masjid di Stockholm saat perayaan Iduladha pada 28 Juni lalu.
Berbicara kepada surat kabar lokal Expressen, Momika mengatakan dia sadar tindakannya akan memancing kecaman dan amarah umat Muslim. Ia bahkan mengaku telah menerima "ribuan ancaman pembunuhan" atas aksinya itu.
Namun, ancaman itu tampaknya tidak membuat pria imigran asal Irak itu kapok.
"Dalam 10 hari saya akan membakar bendera Irak dan Al Quran di depan kedutaan besar Irak di Stockholm," ucap Momika seperti dikutip AFP pada Senin (3/7).
Polisi Swedia sendiri telah memberi izin Momika menggelar aksi pembakaran Al Quran itu. Pria 37 tahun itu berdalih pembakaran Al Quran merupakan bentuknya mengekspresikan opini soal kitab suci umat Islam tersebut.
Meski begitu, belakangan polisi Swedia mengatakan telah membuka penyelidikan atas aksi Momika tersebut dengan tuduhan "hasutan terhadap kelompok etnis".
"Polisi memiliki hak untuk menyelidiki apakah pembakaran Al Quran itu merupakan kejahatan rasial. Mereka bisa benar dan bisa salah," kata Momika kepada surat kabar itu.
Momika merupakan seorang imigran asal Irak yang mengungsi ke Swedia sejak lima tahun lalu.
Pria bernama lengkap Salwan Sabah Matti Momika itu mengaku sebagai seorang ateis. Meski ia telah tinggal di daerah Jarna di Sodertalje, Stockholm, Momika masih memiliki status kewarganegaraan Irak.
Aksi pembakaran Al Quran seperti yang dilakukan Momika bukan lah yang pertama kalinya di Swedia.
Beberapa waktu lalu, pemimpin partai sayap kanan Denmark Stram Kurs, Rasmus Paludan, juga beberapa kali membakar Al Quran di Stockholm dan Denmark.
Aksi Paludan itu pun menuai protes dan kecaman dari berbagai negara di dunia, mulai dari Turki hingga Indonesia. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Swedia karena mengizinkan aksi pembakaran Al Quran dan menegaskan akan mengerahkan sekuat tenaga untuk melawan Islamofobia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2512 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun