Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Penyebab Kebakaran Mesin Kapal Fastboat di Perairan Candidasa Masih Diselidiki
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Satu kru kapal cepat Fast boat Inami Luxury 6, GT 52 mengalami luka bakar dalam musibah kebakaran mesin kapal yang terjadi di perairan Candidasa, Karangasem pada Kamis (6/7/2023) siang.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, Sentot Ismudiyanto Kuncoro ketika dikonfirmasi terkait musibah kebakaran mesin kapal tujuan Pelabuhan Pemenang, Lombok tersebut.
“Korsleting pada mesin yang menimbulkan percikan api dan sudah langsung dipadamkan, satu orang kru kapal mengalami luka ringan dan sudah ditangani oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan,” kata Kuncoro.
Ia mengatakan, sesuai dengan manifes, jumlah penumpang yang ada di dalam kapal tersebut sebanyak 89 orang. Semua penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat menuju pelabuhan padangbai oleh KM Semaya One yang kebetulan melintas. Sementara untuk kapal digandeng ke dermaga rakyat memakai KM Golden Queen atas instruksi syahbandar.
“Kapal - kapal yang melintas diminta untuk memberikan pertolongan dan evakuasi. Sementara untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Syahbandar,” kata Sentot.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2445 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1936 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun