Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Presiden Belarus: Bos Wagner Group Sudah Kembali ke Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, mengatakan bos Wagner Group Yevgeny Prigozhin kini tidak lagi berada di Belarus dan sudah kembali ke Rusia.
Pada 27 Juni lalu, Lukashenko menyebut bos tentara bayaran Rusia itu telah tiba di Belarus, setelah melakukan upaya pemberontakan di salah satu kota di selatan Rusia.
Namun dalam pernyataan terbarunya, Lukashenko menyebut kini Prigozhin tak berada di wilayah Belarus.
"Adapun Prigozhin, dia berada di St Petersburg (kota terbesar kedua di Rusia). Dia tidak berada di wilayah Belarus," kata Lukashenko, dikutip dari Reuters.
Hal ini berdasarkan informasi bahwa salah satu pesawat bisnis yang biasanya digunakan Prigozhin, meninggalkan St Petersburg menuju Moskow dan menuju Rusia selatan pada Kamis (6/7).
Lukashenko juga mengatakan tawaran untuk Wagner menempatkan beberapa pesawat tempurnya di Belarus, masih berlaku.
Dia mengaku tidak melihat adanya potensi risiko bagi Belarus dan meyakini bahwa Wagner tidak akan angkat senjata melawan negaranya.
Dalam kesempatan yang sama, Lukashenko juga dengan bangga menceritakan perannya dalam mengakhiri pemberontakan bersenjata Wagner ke Rusia. Pekan lalu, dia mengaku sudah membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin, untuk tidak "memusnahkan" Prigozhin.
Sebelumnya Prigozhin disebut sepakat untuk pindah ke Belarus, sebagai bentuk kesepakatan usai mengakhiri pemberontakan di Rusia. Pada Sabtu (25/6), Prigozhin dan pasukan Wagner tiba di kota Rostov sekitar 200 kilometer dari ibu kota Rusia dan menyatakan telah menguasai pangkalan militer di Rostov.
Tak lama setelah itu, Putin merespons tindakan sekutu dekatnya dalam sebuah pidato di televisi. Putin mengatakan aksi Prigozhin sebagai pengkhianatan dan ancaman keamanan apapun dari siapa pun harus dikenai hukum.
Ia juga menghubungi pemimpin negara lain dari Belarus hingga Turki. Selanjutnya, Presiden Belarus Alexander Lukashenko menjadi mediator antara Prigozhin dan Rusia.
Lukashenko menawarkan ke Prigozhin agar pasukannya tak menyerang wilayah Rusia, dan menghindari pertumpahan darah. Bos Wagner lalu sepakat dan dilaporkan pergi ke Belarus. Prigozhin juga disebut bebas dari ancaman hukuman bui.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2486 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1941 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun