Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Enam Alat Berat Galian C di Karangasem Rusak Tertimbun Longsor
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah alat berat di kawasan galian C, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem tertimbun material longsor dan terendam aliran banjir hujan pada Jumat (7/7/2023).
Kapolsek Selat, AKP. I Ketut Sukadana saat dikonfirmasi Sabtu (8/7/2023) mengatakan, sedikitnya ada 6 unit alat berat eskavator dari 4 lokasi galian C berbeda di Desa Sebudi yang rusak akibat tertimbun material longsor di kawasan galian tersebut.
"Ada 6 unit Eskavator yang rusak ada di wilayah Galian C Sebudi serta di wilayah galian C Badeg Tengah dan Kelod, saat ini aktivitas galian C yang terkena longsor lumpuh total ditambah akses jalan utama juga tidak bisa dilalui karena tertutup longsor," kata Sukadana.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Pemilik alat berat hanya mengalami kerugian material saja. Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Selat, sejauh ini dampak hujan deras yang terjadi beberapa hari ini sedikitnya telah terjadi belasan titik bencana seperti tanah longsor hingga pohon tumbang.
"Saat ini, TNI- Polri masih bersinergi atensi jalur longsor utamanya di wilayah Muncan, Padang Tunggal dan Sebudi," imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2403 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun