Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Insiden Penikaman Brutal di Sekolah TK Cina, Enam Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Insiden penikaman massal terjadi di salah satu taman kanak-kanak di Provinsi Guandong, Cina, pada Senin (10/7) waktu setempat.
Dilansir Reuters, penyerangan diduga dilakukan seorang pria berusia 25 tahun. Akibat insiden ini, enam orang dilaporkan tewas dan satu orang lainnya luka-luka.
Juru bicara pemerintah kota Guangdong menyebut di antara korban tewas adalah siswa dan orang tua siswa.
"Korban terdiri dari satu guru, dua orang tua, dan tiga siswa," ujar juru bicara tersebut, dikutip AFP.
Dia tidak merinci lebih lanjut mengenai para korban maupun senjata yang dilakukan dalam serangan itu.
Penikaman diperkirakan terjadi sekitar pukul 7.40 pagi waktu setempat. Media setempat menyebut serangan yang terjadi tepatnya di wilayah Lianjiang itu adalah penusukan.
Pelaku bermarga Wu dari Linjiang, telah ditahan oleh pihak kepolisian.
Saat ini polisi masih menyelidiki insiden ini. Selain itu belum ada informasi lebih lanjut tentang peristiwa ini.
Insiden penusukan ini menjadi perbincangan terpopuler di situs media sosial Cina Weibo, denagn 130 juta kali penayangan pada pukul 12.20 waktu setempat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun