Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Inggris Kesal Ukraina Minta Senjata Terus: Kami Bukan Toko Amazon
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace blak-blakan soal keluhannya terhadap Ukraina yang terus menerus meminta pasokan senjata dari negara sekutu menyusul invasi Rusia yang tak kunjung berakhir.
Inggris memang menjadi salah satu pendukung setia Ukraina sejak diinvasi Rusia. London juga telah mengirimkan sejumlah besar pasokan senjata bagi Kyiv.
Namun, Wallace mengatakan bahwa Inggris dan sekutu Ukraina lainnya bukan lah "Amazon". Ia bahkan mengkritik Presiden Volodymyr Zelensky agar menunjukkan rasa terima kasih kepada negara Barat atas bantuan selama ini alih-alih terus meminta pasokan senjata.
"Ukraina harus membujuk anggota parlemen Amerika Serikat dan politikus-politikus negara sekutu lainnya bahwa itu (mengirim pasokan senjata ke Ukraina) sepadan. Suka atau tidak suka, orang ingin melihat rasa terima kasih," kata Wallace di Vilnius, Lithuania, pada Rabu (12/7).
"Anda tahu, kami bukan Amazon," papar Wallace mengacu pada perusahaan market place raksasa Amerika.
Pernyataan itu diutarakan Wallace di sela-sela KTT Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) saat merespons pertanyaan wartawan soal keluhan Zelensky bahwa Ukraina belum juga diberikan kejelasan kapan bisa bergabung dengan pakta tersebut.
Dikutip Reuters, Zelensky pun merespons komentar Wallace tersebut. Ia menegaskan bahwa Ukraina selalu berterima kasih kepada Inggris atas dukungannya selama ini.
"Kami selalu berterima kasih kepada Inggris, perdana menteri, dan menteri pertahanan karena masyarakat Inggris selalu mendukung kami," ucap Zelensky.
"Saya tidak tahu apa maksudnya (Wallace) dan bagaimana lagi kami harus berterima kasih. Mungkin menteri (Wallace) menginginkan sesuatu yang istimewa tetapi kami memiliki hubungan yang luar biasa," paparnya menambahkan.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan bahwa Zelensky sudah berterima kasih atas apa yang telah diberikan London kepada Kyiv sejak invasi Rusia berlangsung.
"Saya sepenuhnya memahami keinginan Zelensky untuk melakukan semua yang dia bisa untuk melindungi rakyatnya dan menghentikan perang ini dan kami akan terus memberinya dukungan yang dibutuhkan," ucap Sunak.
Keanggotaan Ukraina menjadi topik utama yang mendominasi KTT NATO kali ini. Presiden AS Joe Biden menegaskan dukungannya terhadap keanggotaan Ukraina dalam aliansi tersebut namun tidak dalam waktu dekat.
Hal serupa juga diutarakan oleh anggota lainnya termasuk Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.
Zelensky pun menganggap hasil KTT NATO kali ini bagus tetapi tidak ideal bagi Kyiv. Ia berharap Ukraina bisa menerima undangan untuk bergabung dengan NATO dalam KTT kali ini.
Meski begitu, Zelensky tetap senang lantaran NATO sepakat menjamin Kyiv tak perlu melalui proses Rencana Aksi Keanggotaan (MAP) untuk masuk aliansi tersebut.
"Hasil penting di sini adalah pengakuan bahwa Ukraina tidak memerlukan rencana aksi untuk keanggotaan di NATO," kata Zelensky.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6027 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2355 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan