Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Semenanjung Alaska, Berpotensi Tsunami
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Semenanjung Alaska, pada Minggu (16/7) pagi waktu setempat, berdasarkan laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Gempa relatif dangkal dengan kedalaman 9,3 km. Akibat gempa, Seperti dilaporkan Reuters, Sistem Peringatan Tsunami AS mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Pasifik.
Semenanjung Alaska membentang sekitar 800 km ke arah barat daya dari daratan utama Alaska dan berakhir di Kepulauan Aleutian. Semenanjung memisahkan Samudera Pasifik dari Teluk Bristol.
Magnitudo yang terukur sebenarnya tidak ada apa-apanya dengan gempa Alaska pada 1964.
Dilansir dari laman USGS, gempa terbesar di Alaska terjadi pada 27 Maret 1964 pukul 5.36 petang waktu setempat. Gempa mengguncang wilayah Prince William Sound, Alaska dengan magnitudo 9,2.
Gempa mengakibatkan kerusakan sejumlah kota termasuk Anchorage, Chitina, Glennallen, Homer, Hope, Kasilof, Kenai, Kodiak, Moose Pass, Portage, Seldovia, Seward, Sterling, Valdez, Wasilla, dan Whittier.
Anchorage yang terletak sekitar 120 km barat laut pusat gempa mengalami kerusakan properti paling parah. Sebanyak 30 blok pemukiman, bangunan komersial dan fasilitas umum rusak setelah 3 menit guncangan.
Gempa memicu tsunami hingga memakan korban jiwa. Sebanyak 122 orang tewas akibat tsunami, sedang 9 orang tewas akibat gempa.
Sementara itu, belum ada informasi terkini terkait gempa yang terjadi hari ini.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3330 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan