Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Rusia Ancam Balas Ukraina Usai Kapal Tanker di Krimea Diserang Drone
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Ancam Balas Ukraina Usai Kapal Tanker di Krimea Diserang Drone
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia mengutuk keras atas serangan Ukraina ke salah satu kapal tankernya di Selat Kerch, Krimea.
Juru Bicara Kemenlu Rusia, Maria Zakharova, mengatakan negara Beruang Merah itu akan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas serangan ke kapal sipil itu.
"Rezim Kyiv, yang tidak mendapat kecaman dari negara-negara Barat dan organisasi internasional, secara aktif menerapkan metode teroris baru. Kali ini di perairan Laut Hitam," kata Zakharova dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (5/8) malam WIB.
"Tidak ada pembenaran untuk tindakan biadab seperti itu, mereka tidak akan dibiarkan tanpa jawaban dan otak serta pelakunya pasti akan dihukum."
Sebelumnya, sebuah drone laut Ukraina yang penuh dengan bahan peledak menghantam sebuah kapal tanker bahan bakar Rusia semalam di dekat jembatan yang menghubungkan Rusia dengan Krimea yang dicaplok. Itu adalah serangan kedua Ukraina dalam 24 jam terakhir.
Kapal tanker milik Rusia mengalami kerusakan usai dihantam serangan drone Ukraina di Selat Kerch.
"Kapal tanker SIG mengalami lubang di ruang mesin dekat garis air di sisi kanan, awalnya sebagai akibat dari serangan drone laut," kata Badan Federal untuk Transportasi Kelautan dan Sungai Rusia pada Sabtu (5/8), dikutip dari The Guardian.
Pejabat Rusia mengatakan terdengar ledakan di Jembatan Kerch pada Sabtu (5/8) pagi karena serangan terhadap kapal tanker Rusia itu.
Akibatnya lalu lintas di Jembatan Kerch yang menghubungkan Crimea dengan daratan Rusia dihentikan sekitar tiga jam.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu dan tidak ada bahan bakar yang tumpah dari kapal yang membawa 11 orang itu. Namun, beberapa anggota awak kapal terluka oleh pecahan kaca dalam serangan drone tersebut.
Pusat Penyelamatan Maritim Rusia melaporkan dua kapal tunda berada di lokasi untuk membantu kapal tanker itu. Sementara Ukraina belum membuat pernyataan resmi atas insiden tersebut.
The Moscow Times mengidentifikasi kapal itu sebagai kapal tanker kimia SIG, yang berada di bawah sanksi AS karena memasok bahan bakar jet ke pasukan Rusia di Suriah yang mendukung presiden Bashar al-Assad.
Insiden ini terjadi sehari setelah Ukraina mengatakan telah melakukan serangan pesawat tak berawak di kapal perang Rusia di pangkalan angkatan laut Novorossiysk di Rusia selatan.
Rusia mengatakan telah menangkis upaya serangan di pangkalan tersebut oleh angkatan bersenjata Ukraina dengan menggunakan dua kapal laut tak berawak.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan