Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ukraina Ganti Palu-Arit di Patung Warisan Soviet dengan Trisula
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina mengganti simbol palu-arit di Patung Bunda (Motherland Monument) di Kyiv dengan trisula. Patung ini merupakan warisan Uni Soviet.
Langkah ini sebagai upaya Ukraina menegaskan kembali identitas budaya mereka di tengah invasi Rusia.
Dalam pernyataan resmi di situs Museum Nasional Perang Dunia II Ukraina mengungkapkan lambang Soviet sebagai simbol rezim totaliter yang "menghancurkan jutaan orang."
"Bersama dengan lambang, kami telah mengganti penanda kepemilikan kita ke 'ruang pasca-Soviet'," demikian pernyataan tersebut, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (7/8).
Pernyataan itu berlanjut, "Kami bukan 'pasca', tetapi Ukraina yang berdaulat, mandiri, dan bebas."
Bagi sebagian warga di Ukraina, masa lalu Uni Soviet berkaitan dengan imperialisme Rusia, penindasan bahasa Ukraina hingga kelaparan akut di bawah rezim Joseph Stalin.
Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan Ukraina, sekitar 85 persen warga negara itu mendukung penghapusan palu dan arit dari Patung Bunda.
Mulanya, Patung Bunda membawa pedang dan perisai yang berisi simbol palu arit. Kini, perisai itu menampilkan tryzub Ukraina. Ini, merupakan trisula yang diadopsi sebagai lambang Ukraina merdeka.
Baca juga:
Ukraina Yang 'Serbu' Moskow Lagi">Rusia Tembak Jatuh 2 Drone Ukraina Yang 'Serbu' Moskow Lagi
Sebetulnya, upaya penggantian simbol sudah berlangsung sejak Juli. Namun, karena cuaca buruk, pihak berwenang menunda langkah itu.
Patung Bunda yang sudah diperbarui akan diresmikan pada 24 Agustus 2023.
Patung Bunda didirikan pada 1981 dan berada di tepi kanan Sungai Dnipro, Kyiv. Patung ini setinggi 61 meter (200 kaki) menghadap ke timur arah Moskow.
Upaya pemurnian kembali Ukraina sangat kentara sejak 2015, setahun usai Rusia mencaplok Crimea secara ilegal. Di tahun itu, Ukraina melarang simbol yang berkaitan dengan Uni Soviet dan Partai Komunis.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan