Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kim Jong Un Pecat Jenderal Tertinggi, Minta Tentara Korut Siap Perang
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kim Jong Un Pecat Jenderal Tertinggi, Minta Tentara Korut Siap Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memecat jenderal tertinggi angkatan bersenjata negaranya, Kepala Staf Umum Pak Su Il, bersamaan dengan seruannya untuk mempersiapkan kemungkinan perang yang dinilai semakin besar.
Diberitakan kantor berita Korut, KCNA, Kamis (10/8), Kim memecat Pak Su Il dan menggantinya dengan Jenderal Ri Yong Gil, yang sebelumnya menjabat Menteri Pertahanan serta komandan tertinggi pasukan konvensional.
Tak ada penjelasan lebih lanjut terkait pemecatan tersebut. Pak sendiri baru menjabat posisi itu selama sekitar tujuh bulan.
Sebelum menggantikan posisi Pak, Ri juga sempat menjadi kepala staf angkatan darat Korut. Kala dia diganti pada 2016, pemecatan dan ketidakhadirannya dari beberapa acara resmi memicu spekulasi di Korea Selatan bahwa Ri telah dieksekusi.
Dia lalu muncul kembali di hadapan publik beberapa bulan kemudian saat diangkat ke jabatan senior lainnya.
Dilansir Reuters, pemecatan ini terjadi di saat Kim tengah memerintahkan pasukan militer untuk mempersiapkan kemungkinan perang, meningkatkan produksi senjata, dan memperluas latihan militer.
Kim menyampaikan seruan ini saat pertemuan Komisi Militer Pusat yang membahas rencana penanggulangan untuk mencegah musuh-musuh Korut.
Kim menetapkan target untuk perluasan kapasitas produksi tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Dia memerintahkan hal ini menyusul desakannya pekan lalu saat berkunjung ke pabrik-pabrik senjata.
Saat itu, Kim juga meminta agar mesin-mesin rudal, artileri, dan senjata lainnya diproduksi lebih banyak.
Korea Utara bakal menggelar parade milisi pada 9 September mendatang, yang menandai 75 tahun hari lahirnya negara itu.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Korea Selatan dijadwalkan mengadakan latihan militer bersama antara 21-24 Agustus.
Korut selama ini memandang latihan bersama AS-Korsel sebagai ancaman terhadap keamanannya. Seiring dengan itu, Korut punya sejumlah kelompok paramiliter yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan militer di wilayah terisolasi tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan