Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Anggota Dewan Sentil Penanganan Lambat Jalur Tangkup dan Luah Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Respons cepat pihak eksekutif dengan datang berkunjung ketika terjadi bencana mendapat pujian dari salah seorang anggota DPRD Karangasem asal Sidemen, I Kadek Sujanayasa.
Hanya saja, respon cepat itu dianggap tidak sejalan dengan tindakan yang diambil. Sujanayasa menilai tindakan yang dilakukan masih sangat lambat, misalnya seperti penanganan akses jalan putus di wilayah Tangkup dan Luah Kecamatan Sidemen.
"Sangat disayangkan ketika ada respons yang begitu cepat untuk turun meninjau, tetapi lambat dalam tindakannya, dan dalam hal ini di desa itu bisa dikategorikan terisolir, karena meski ada satu akses keluar namun jaraknya sangat jauh memutar," kata Sujanayasa, Kamis (17/8/2023).
Menurut Sujanayasa akses di kedua jalan yang jebol itu sangat vital bagi masyarakat tiga desa yang ada di wilayah tersebut baik dari sisi perekonomian maupun akses sekolah SMA bagi anak-anak yang tinggal di wilayah terdampak. Mengingat, kebanyakan siswa SMA bersekolah di wilayah Klungkung, sehingga meski ada satu akses alternatif keutara lewat Muncan namun jaraknya sangat jauh.
"Seharusnya 14 hari setelah bencana itu sudah mulai dikerjakan tapi ini responnya dari eksekutif belum mendapat tanggapan yang maksimal, hasil koordinasi kemarin katanya untun di Luah sudah dianggarkan pada anggaran perubahan, sementara yang di Tangkup masih dikoordinasikan ke provinsi karena itu aset provinsi. Namun terlepas itu aset siapa, bagi masyrakat yang penting itu bagaimana resons penanganan ini bisa segera dilaksanakan. Harapan kami agar responsif sejalan dengan tindakan yang diambil," jelas Sujanayasa.
Sementara itu Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta mengakui bahwa rencana perbaikan untuk jalur Luah akan dianggarkan melalui anggran perubahan APBD tahun 2023 ini. Sementara untuk akses jalan jebol yang di Desa Tangkup masih dikoordinasikan mengingat aset tersebut milik Provinsi.
"Untuk di Tangkup sudah didorong perbaikannya melalui provinsi, sedangkan untuk di Luah akan dianggarkan pada perubahan ini, jadi mohon bersabar," kata Sedana Merta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2765 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun