Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pelinggih Indra Belaka Rusak, Diduga Dipicu Bising Orang Mabuk
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Perusakan Pelinggih Indra Belaka di Banjar Ked, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, pada Rabu malam (16/8/2023) mulai terkuak. Ternyata, ada orang mabuk yang menyebabkan suara berisik.
Hingga akhirnya, memicu terduga pelaku melakukan perusakan. Informasi yang dikorek dari olah TKP kepolisian, awalnya ada orang minum-minum di wantilan, samping rumah korban. Saat minum itu, berlangsung sampai malam.
Bahkan, diduga anak-anak yang minum ini berisik sehingga mengganggu terduga pelaku.
Kapolsek Tegallalang, AKP Anak Agung Ngurah Alit Sudarma mengaku, pelaku diduga melemparkan batu ke arah wantilan. "Lalu ada yang melempar batu dari arah Pelinggih korban. Mungkin karena merasa terganggu," jelas dia, Sabtu (19/8/2023).
Niat melempar wantilan, justru Pelinggih ikut kena. Rangkaian olah TKP itu melihat adanya kerusakan di atap wantilan. Sehingga dugaan pelemparan menguat. Akan tetapi, siapa yang melempar, ini masih akan terus didalami. "Kami masih Lidik," tutupnya.
Sebelumnya, pemilik Pelinggih pada pagi hari melihat ada serpihan beton berserakan di jalan. Lalu, Pelinggih di pinggir jalan rusak. Pemilik sudah melaporkan hal itu ke polsek.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun