Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Wakil Komandan Ukraina: Rusia Banyak 'Kubur' Prajurit Sendiri
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wakil Komandan Batalion Brigade Pertahanan Teritorial ke-129 Ukraina yang kerap disapa Kherson mengatakan pasukan Rusia di medan perang semakin banyak membunuh dan mengubur prajuritnya sendiri.
Diberitakan Insider, Kherson menyebut prajurit-prajurit Rusia belakangan melakukan manuver putus asa, sampai terkadang menembaki rekan sendiri, demi memerangi strategi serangan balasan Ukraina yang didukung negara-negara Barat.
Hal seperti ini sebetulnya bukan hal baru. Sebab selama invasi yang sudah berlangsung 18 bulan ini, tentara Kremlin berulang kali dilaporkan menghabisi prajuritnya sendiri jika kedapatan kabur dari medan perang.
The New York Times bulan ini juga menyebut Rusia tampaknya semakin kurang memperhatikan pasukan mereka sendiri saat berhadapan dengan tentara Ukraina.
"Prajurit-prajurit Rusia mencoba melakukan serangan balik, mencoba menekan kami untuk mengepung kami tapi semua yang terjadi sesuai yang kami bayangkan," kata Kherson.
"Kami juga mendapat dukungan kuat dari artileri dan komando yang lebih tinggi."
Menurut Kherson, setelah Rusia terjebak di situasi yang mengharuskan mereka menyerahkan wilayah yang telah mereka duduki, pasukan Rusia pun terpaksa menembakkan roket tanpa pandang bulu ke medan perang dan menewaskan banyak tentara mereka sendiri.
"Mereka mengubur cukup banyak orang mereka sendiri," kata Kherson.
Perwakilan Kementerian Pertahanan Ukraina dan pemerintah Rusia sejauh ini belum memberikan komentar terkait hal ini.
Seorang penerjun payung Rusia, yang tahun lalu menulis memoar detail mengenai perang di Ukraina, sempat menggambarkan kekacauan ketika seluruh batalion dibunuh oleh rekan mereka sendiri.
Sesaat sebelum pemberontakan kelompok tentara bayaran Wagner pada Juni, anggota pasukan sewaan dan militer resmi Rusia juga saling menembaki.
Beberapa laporan lain juga mendokumentasikan pasukan Rusia yang ditembak oleh rekan sendiri di saat mereka membuat kemajuan di Ukraina.
Laporan-laporan seperti ini sendiri jarang diakui oleh otoritas Kremlin.
Menurut penasihat politik pasca-Soviet dan politik internasional, Jason Jay Smart, aksi Rusia menghabisi orang-orangnya sendiri ini merupakan "tradisi panjang dalam sejarah militer Rusia."
Dia menilai tindakan tega semacam itu sudah biasa terjadi sepanjang perang ini.
"Insiden ini, yang menunjukkan kurangnya perhatian atau minat dalam melestarikan kehidupan manusia, adalah contoh bagaimana militer Rusia berpikir dan berperilaku," ujarnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan