Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
AS Usai Moskow Dihantam Drone: Kami Tak Dukung Serangan di Dalam Rusia
beritabali.com/cnnindonesia.com/AS Usai Moskow Dihantam Drone: Kami Tak Dukung Serangan di Dalam Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat menegaskan mereka tak mendukung gempuran di dalam wilayah Rusia setelah Negeri Beruang Merah melaporkan drone diduga milik Ukraina menghantam Moskow, Rabu (23/8).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan Washington tidak menginisiasi maupun mendukung serangan Ukraina yang menargetkan wilayah Rusia.
Diberitakan Reuters, jubir Kemlu AS menyebut meski AS memasok berbagai senjata dan peralatan tempur, Ukraina lah yang memutuskan cara untuk bertahan menghadapi invasi Rusia.
AS menegaskan posisinya setelah Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh tiga pesawat nirawak yang menargetkan Ibu Kota Moskow pada Rabu (23/8).
Kemhan Rusia melaporkan satu drone, yang diduga diluncurkan Ukraina, dijatuhkan di distrik Mozhaisky dan satu lagi di distrik Khimki.
Sementara itu, drone ketiga yang dilumpuhkan menghantam bangunan di distrik bisnis Moscow City, sekitar lima kilometer dari Kremlin.
Diberitakan AFP, video yang diunggah di Telegram menunjukkan truk pemadam kebakaran dan kendaraan layanan darurat lainnya dikerahkan di sekitar lokasi. Satu jendela dari gedung bertingkat itu tampak rusak.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan otoritas berwenang saat ini tengah menginvestigasi area distrik bisnis tersebut.
"Beberapa jendela pecah di dua bangunan lima lantai yang berdekatan," kata Sobyanin.
Meski begitu, Sobyanin memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam serangan tersebut.
Sementara itu, kantor berita Rusia, TASS, melaporkan serangan drone-drone ini mengakibatkan seluruh penerbangan di bandara Vnukovo, Sheremetyevo, dan Domodedovo dihentikan sementara.
Kantor berita RIA Novosti sempat mengabarkan bahwa suara ledakan juga terdengar di kawasan distrik bisnis, diikuti dengan asap-asap yang membumbung tinggi.
Ini merupakan serangan kesekian yang menargetkan wilayah Moskow. Ukraina sejauh ini tak pernah secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan tersebut.
Seorang pejabat pertahanan Ukraina yang tak diungkap identitasnya sempat mengakui salah satu serangan drone di Moskow pada Juli lalu. Namun, tak ada keterangan resmi dari pemerintah Ukraina.
Serangan drone di Moskwo seperti ini sendiri mulai meningkat sejak Mei, usai pesawat tak berawak memasuki Rusia dan dihancurkan di atas Istana Kremlin.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan