Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Junta Niger Usir Dubes Prancis Usai Gonjang-Ganjing Kudeta
BERITABALI.COM, DUNIA.
Junta militer yang mengambil alih kekuasaan di Niger mengusir duta besar Prancis untuk negara itu usai gonjang-ganjing pascakudeta pada 26 Juli lalu.
Kementerian Luar Negeri Niger menyatakan Duta Besar Sylvain Itte harus angkat kaki dari negara tersebut dalam waktu 48 jam sejak perintah dirilis pada Jumat (25/8).
Kemlu Niger menyatakan pihak berwenang mencabut kredensial Itte setelah dubes itu karena sederet alasan, salah satunya lantaran Itte menolak pertemuan yang dijadwalkan digelar pada Jumat.
Selain itu, Kemlu Niger juga mencabut surat kredensia lItte karena "tindakan-tindakan lain pemerintah Prancis yang bertolak belakang dengan kepentingan Niger."
Meski demikian, Kemlu Prancis menyatakan mereka sudah menerima informasi itu dari Niger, tapi mereka tak akan memenuhi permintaan tersebut.
"Mereka tak punya kewenangan untuk membuat perintah ini, dan penerimaan terhadap duta besar datang hanya dari pihak berwenang yang terpilih," demikian pernyataan Kemlu Prancis, sebagaimana dilansir CNN.
Kisruh pengusiran ini terjadi setelah serangkaian demonstrasi menolak Prancis merebak di Niger setelah kudeta yang melengserkan Presiden Mohamed Bazoum pada Juli lalu.
Militer Niger menuding Prancis berniat melakukan intervensi militer di Niger demi mengembalikan kekuasaan ke tangan Bazoum.
Mereka juga menuding menyinggung ECOWAS, blok negara-negara Afrika Barat yang mengancam bakal menginvasi jika pemerintahan tak kembali ke tangan Bazoum.
Menurut Niger, ECOWAS merupakan organisasi yang menjadi alat bagi Prancis, mantan penjajah di kawasan tersebut.
Selain mengancam bakal mengintervensi, ECOWAS juga menjatuhkan serangkaian sanksi ekonomi terhadap Niger.
Saat ini, sekitar 1.500 tentara Prancis sendiri masih berpangkalan di Niger untuk membantu menumpas kelompok-kelompok jihadi yang masih terus membayangi negara itu dan kawasan Sahel.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan