Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Alasan Tampaksiring Butuh Penataan dengan Anggaran Rp100 Miliar dari Pusat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta meminta pemerintah pusat memperjuangkan penataan kawasan Tampaksiring. Sebab, di Tampaksiring, banyak objek wisata yang mendatangkan pendapatan daerah.
Di Tampaksiring juga ada istana negara yang beberapa kali menghelat acara kenegaraan. "Jalur Tampaksiring adalah sejarah dan peradaban. Tampaksiring, pendukung penuh pariwisata. Maka Tampaksiring, dari jalan, sarana dan lainnya harus dapat perhatian utama," ujar Tagel Winarta, Senin (28/8/2023).
Apalagi pendapatan Objek Wisata Tirta Empul bisa mencapai Rp120 juta per hari. Pendapatannya sangat besar. "Maka perlu diperjuangkan di DPR. Dan juga bupati serta gubernur harus nyambung," jelasnya.
Dikatakan, banyak objek wisata di Tampaksiring. "Maka Tampaksiring perlu perhatian penuh, sehingga tamu nyaman. Informasi ke luar negeri menjadi bagus," ujar dia.
Memang selama ini perhatian pemerintah ada. Namun dirinya sadar jika pasca pandemi, pemerintah daerah berbenah perlahan. "Jangan sampai got kumuh, penataan wisata, maka perlu penataan yang betul-betul serius," jelasnya.
Untuk perencanaan, jalur Tampaksiring tanggungjawab pusat atau jalan nasional. "Maka perlu anggaran besar untuk tata jalur ini, dibenahi dengan bagus. Anggaran bisa sampai Rp 100 miliar," jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 351 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 304 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun