Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Rusia Rekrut Tentara dari Negara-Negara Tetangga Buat Perangi Ukraina
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Rekrut Tentara dari Negara-Negara Tetangga Buat Perangi Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia dikabarkan membuka perekrutan untuk tentara-tentara baru di sejumlah negara tetangga di Asia Tengah.
Perekrutan dilakukan untuk memperkuat posisi mereka menginvasi Ukraina sekaligus menangkal serangan balik.
Kabar tersebut disampaikan intelijen dari Kementerian Pertahanan Inggris.
"Sedikitnya terdapat 6 juta migran dari Asia Tengah di Rusia. Kremlin menganggap ini jumlah yang amat potensial untuk perekrutan (tentara)," demikian pernyataan Kemhan Inggris seperti dikutip dari South China Morning Post.
Kemhan Inggris menilai rencana perekrutan diambil Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghindari mobilisasi dari warganya sendiri.
Mobilisasi warga untuk bertempur melawan Ukraina dinilai tak lagi mendapat sambutan positif di dalam negeri Rusia. Langkah itu pun berpotensi membuat Putin tak lagi populer jelang pemilihan umum 2024.
Sebelumnya, Putin memerintahkan "mobilisasi sebagian" sebanyak 300 ribu tentara cadangan pada September 2022. Kebijakan tersebut membuat ratusan ribu warga Rusia meninggalkan Rusia karena ogah perang lawan Ukraina.
Baca juga:
Ukraina Ungkap Negaranya Bakal 'Boom' Produksi Drone">Kemenhan Ukraina Ungkap Negaranya Bakal 'Boom' Produksi Drone
"Kremlin bisa mendapatkan personel tambahan dengan mengeksploitasi warga negara asing saat kehilangan tentara yang semakin banyak," kata Kemhan Inggris.
Rusia juga menggencarkan iklan perekrutan di negara-negara tetangga seperti Armenia atau Kazakhstan sejak akhir Juni. Kremlin menjanjikan bayaran sebesar 490 ribu rouble atau setara Rp77 juta.
Para calon tentara bayaran dari negara tetangga tersebut juga dijanjikan gaji sebesar 190 ribu rouble (Rp30 juta) per bulan.
Para migran dari Asia Tengah juga kabarnya mulai direkrut sejak Mei tahun lalu. Mereka dijanjikan bayaran yang menggiurkan dan mendapat paspor Rusia, demikian pernyataan dari Kemhan Inggris.
Bahkan, Kremlin dilaporkan memaksa merekrut tentara dari sejumlah migran seperti pekerja bangunan Uzbekistan di wilayah pendudukan Rusia di Kota Mariupol.
Moskow kemudian menuding Inggris menyebarkan informasi salah. Kemhan Inggris sendiri yang paling rutin menyampaikan bocoran terkait kekuatan Rusia di Ukraina.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan