Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
PM Modi Ganti Nama India Jadi Bharat di Undangan Makan Malam KTT G20
beritabali.com/cnnindonesia.com/PM Modi Ganti Nama India Jadi Bharat di Undangan Makan Malam KTT G20
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi mengganti India menjadi nama Sanskerta, Bharat, di undangan makan malam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Isu ini menjadi perbincangan setelah foto yang tampaknya undangan makan malam G20 itu beredar di internet. Dalam gambar tersebut tertera "On the occasion of G20 Summit" dengan keterangan di bawahnya "President of Bharat."
India memegang presidensi G20 tahun ini dan akan menggelar KTT pada 8-10 September di New Delhi.
Nama Bharat yang tertulis dalam undangan itu pun menjadi kontroversi. Sejumlah pihak mendukung, tetapi ada pula yang mengkritik.
Kepala Menteri Uttarakhand Puskar Sing Dhami mengaku bangga dengan penulisan Bharat di undangan makan malam G20.
"Ini momen yang membanggakan bagi setiap warga India 'Presiden Bharat' tertulis di kartu undangan makan malam yang digelar di Rashtrapati Bhavan saat KTT G20," kata dia di X, yang dulu bernama Twitter.
Namun, salah satu anggota Kongres India, Shashi Tharoor, punya penilaian sendiri.
"Saya berharap pemerintah tak akan sebodoh itu dengan sepenuhnya mengganti 'India,' yang punya nilai tak terhitung banyaknya yang dibangun selama berabad-abad," kata Tharoor.
Negara berpenduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa ini memang sebenarnya secara resmi dikenal dengan dua nama, India dan Bharat. Namun, sebutan India yang kerap digunakan di dalam dan luar negeri.
Sementara itu, Bharat adalah kata Sanskerta kuno yang diyakini banyak sejarawan berasal dari teks-teks Hindu awal. Kata ini juga digunakan sebagai pilihan bahasa Hindi untuk India.
Perselisihan mengenai India vs Bharat memanas usai partai oposisi mengumumkan aliansi baru, Aliansi Inklusif Pembangunan Nasional India, atau INDIA, pada Juli lalu, demikian laporan Al Jazeera.
Mereka berusaha menggeser posisi Modi dan mengalahkan partainya, Partai Bharatiya Janata (BJP), dalam pemilihan umum pada 2024.
Sejak itu, beberapa pejabat di partai Modi menuntut agar nama India diganti menjadi Bharat.
Para pejabat BJP juga berpendapat nama India diperkenalkan Inggris dan merupakan "simbol perbudakan." Inggris memerintah India selama sekitar 200 tahun hingga negara itu memperoleh kemerdekaan pada 1947.
Sejumlah media India melaporkan pemerintah mungkin akan membawa resolusi mengenai pergantian nama itu dalam sidang khusus parlemen September ini.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2731 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2024 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1958 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1798 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun