Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kunci Nyantol, Motor Mio Beserta STNK Milik Montir di Karangasem Raib
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sepeda motor mio DK 6314 AT warna putih milik I Made Nganti seorang montir asal Banjar Dinas Abang Kaler, Desa Abang, Karangasem lenyap dari garasi bengkelnya.
Hilangnya sepeda motor yang diparkir dalam kondisi kunci nyantol tersebut baru diketahui pada Kamis pagi (7/9/2023) ketika istrinya bernama Ni Ketut Suari saat hendak pergi ke pasar yang tanpa sengaja lewat di garasi bengkelnya.
Selain kunci yang masih nyantol, di dalam jok juga terdapat STNK motor yang juga ikut dibawa kabur pencuri. Atas kehilangan tersebut, korban kemudian melaporkannya ke Polsek Abang untuk bisa ditindaklanjuti.
Seizin Kapolsek, Kanit Reskrim Polsek Abang, Ipda. Alvin Kurniawan, S.H membenarkan adanya laporan terkait kehilangan sepeda motor tersebut. Ia menjelaskan, atas kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp4 juta.
"Ya benar, motor terparkir denga kunci nyantol dan STNK nya ada di jok, pada surat-surat kendaraan berwarna hitam namun dicat warna putih, TKP tempat parkir terbuka di garasi bengkel milik korban, saat ini kita masih lakukan penyelidikan," kata Alvin dikonfirmasi, Jumat (8/9/2023).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2465 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun